Belajar Jenis Ikan Predator, Siswa Diingatkan Bahayanya

IKAN tidak hanya lucu dan menyenangkan, tapi ada juga yang berbahaya karena berjenis predator. Untuk mengenali jenis ikan berbahaya tersebut, kemarin siswa kelas lima dan enam My Little Island mengamati jenis ikan predator milik anggota Komunitas Malang Predator Fish Keeper. 
Ketua Malang Predator Fish Keeper (MPFK), Wahyu Eka Satria mengatakan, kegiatan ini berawal dari salah satu anggota komunitas yang juga merupakan pengajar di sekolah tersebut. Akuarium berisi berbagai jenis ikan predator di tempatkan di halaman sekolah. Siswa dengan bebas dapat mengamati dan belajar. 
“Tujuan kami untuk mengenalkan jenis ikan predator dan sosialisasi bahayanya seperti apa kalau misalnya terlepas di lingkungan. Predator ini makanannya daging, jadi bisa berbahaya. Ada juga yang telurnya beracun jadi tidak bisa dimakan,” kata Wahyu.
Manfaat lain yang bisa dirasakan siswa yakni mengenalkan bahaya ikan predator, dan mengenalkan jenis-jenis ikan invasif, yakni ikan pemakan daging yang berkembang dengan cepat dan dapat mengancam spesies lokal di perairan Indonesia. Siswa juga dikenalkan perbedaan ikan nila dan ikan mujaer dan juga peluang bisnisnya. Ikan nila sendiri, lanjut Wahyu sebenarnya merupakan jenis ikan predator karena memakan anaknya sendiri.
“Kami di sini juga untuk mengingatkan tanggung jawab bersama untuk tidak boleh melepas ikan predator ini ke lingkungan lepas. Kalaupun dipelihara dan sudah bosan, bisa dijual atau dihibahkan kepada yang menginginkan, tapi benar-benar tidak boleh dilepas. Kalau memang sudah tidak ada yang ingin memelihara, cara terakhir ikan harus dimatikan,” terang Wahyu.
Terdapat beberapa ikan di dalam akuarium yang dipajang berjejer di halaman sekolah. Diantaranya ikan peacock bass, ikan palmas, dan garfish yang memiliki moncong panjang dan gigi yang berderet layaknya moncong buaya. Ikan-ikan tersebut merupakan milik anggota MPFK yang khusus didatangkan sebagai sarana belajar siswa.  
Setelah mengamati berbagai jenis ikan dan mengisi lembar identifikasi ikan, beberapa siswa dapat menyentuh ikan buntal, ikan dari Palembang yang termasuk dalam salah satu ikan paling beracun di dunia. Tanpa terlihat takut, mereka menyentuh ikan yang dapat mengembungkan dirinya seperti balon ini.
Salah satu siswa kelas 6B, Carla Jessica mengaku sempat kaget dan tidak menyangka akan didatangkan beberapa ikan predator untuk belajar. Namun selanjutnya, dia merasa senang dan ingin belajar lebih banyak lagi.
“Saya jadi tahu jenis-jenis ikan predator, dan setelah ini jadi pengen tahu lebih banyak lagi karena ternyata sangat menarik,” katanya bersemangat.
Theonaldo Gideon Posma Siburian, siswa kelas 5A juga terlihat sangat bersemangat ketika dapat menyentuh ikan kembung. Bersama dengan teman yang lain, mereka tak hanya sekadar memegang namun juga sempat berfoto bersama dengan ikan tersebut.
“Kemarin waktu akuariumnya ditata dan ikan belum datang, cuman penasaran saja. Trus begitu ada ikan kembung ini, ternyata seru sekali soalnya ikannya lucu, jadi pengen pegang terus. Pengen belajar lagi tapi ikan yang lebih besar seperti ikan hiu,” ujarnya.
Menurutnya, belajar dengan melihat langsung seperti yang dia dan teman-temannya alami ini jauh lebih menyenangkan. Karena, selama ini dia hanya pernah melihat ikan-ikan tersebut melalui buku atau gambar di televisi.
“Kalau ada yang seperti ini lagi akan lebih seru, misalnya belajar reptile,” imbuhnya. (mg19/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :