Siap Patenkan Produk Kecantikan

MALANG - Dosen Universitas Ma Chung Malang Tatas H.P. Brotosudarmo berhasil menemukan adanya struktur jenis baru antena pengumpul cahaya yang dikenal dengan istilah "light harvesting complex" (LHCs) pada bakteri Rhodopseudomonas palustris. Struktur ini memiliki komposisi multiple polypeptide yang mampu bekerja sebagai matriks cerdas dan mampu mengatur sifat-sifat optik pigmen bakteri. Dengan struktur ini, bakteri tetap mampu menyerap energi cahaya meski berada dalam lingkungan dengan intensitas cahaya sangat rendah.
Selain itu, struktur ini juga dilengkapi dengan kemampuan menyimpan energi yang telah diserap. Berbasis pada temuan ini, Tatas kemudian mengembangkan teknologi plasmonik untuk menghasilkan sel surya dengan efisiensi yang lebih baik. Sel itu, lanjutnya bisa digunakan untuk seluruh produk-produk yang akan dipatenkan. Misalnya, produk anti aging, serta produk kecantikan, yang tentu saja berdasarkan penelitian ilmiah.
 “Sebab dunia kecantikan saat ini tengah menjadi tren di kalangan masyarakat luas,” ujar peneliti muda Indonesia ini.
Di usianya yang masih cukup muda, yakni 35 tahun, Tatas sudah berhasil meraih penghargaan sains dan teknologi dari Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) atas pencapaian luar biasa dalam bidang biofisika pada 2016 lalu. Penghargaan Sains dan Teknologi ini diberikan untuk satu periset unggul yang memiliki banyak publikasi internasional dan hak paten.
Direktur MRCCP Universitas Ma Chung itu mengatakan jika dirinya akan dijadikan sebagai berkontributor terhadap perkembangan sains dan teknologi di Indonesia. Ia sangat bangga, mengenang penghargaannya saat itu. Harapannya, ia bisa terus berkarya dalam bidang bioscience. Serta menghasilkan produk-produk lainnya. (sin/oci)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :