Demi Kualitas, Para Guru Disupervisi

 
DIDUKUNG YDSF Kota Malang, SDIT Ahmad Yani bekerja sama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) pusat, melakukan pembinaan guru, Jumat, (19/3). Hal ini dilakukan SDIT Ahmad Yani sebagai upaya memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi masyarakat. 
Untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, salah satunya harus didukung dengan kualitas SDM guru yang juga berkualitas. Pembinaan guru perlu terus dilakukan agar potensi pendidik berkembang sesuai perkembangan zaman. Karena tugas guru dituntut harus bisa menyajikan pembelajaran yang menarik sehingga memotivasi peserta didik.
Dalam hal ini, KPI sebagai pihak pembina melakukan supervisi kepada setiap guru SDIT Ahmad Yani. Mulai bimbingan di dalam kelas saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung, hingga bimbingan secara individu di luar kelas. Pekan lalu, sejak Rabu hingga Jumat, guru SDIT disupervisi oleh tim KPI dan dilakukan penilaian terhadap masing-masing guru. 
Kepala SDIT Ahmad Yani, Mutini, S. Pd mengatakan, tujuan dilakukannya supervisi tersebut agar guru dapat melaksanakan tugas mengajar dengan cara yang smart. Yaitu smart teaching, smart learning, reading dan sebagainya.
“Intinya bagaimana guru itu harus bisa mengajar dengan cara yang baik dan menyenangkan,” ujarnya. 
Ia menjelaskan supervisi dilaksanakan setiap tahun oleh pihak KPI dan dilakukan secara bertahap. Diawali dengan bidang manajemen, RPP, administrasi pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan penilaian.  
Satu supervisor mendampingi seorang guru. Mulai proses membuka pembelajaran hingga proses akhir menutup pembelajaran, seluruhnya dinilai dan selanjutnya guru terkait mendapat bimbingan secara individu. 
Adapun nilai pencapaian dari hasil supervisi ini diklasifikasi menjadi  lima level. Mulai level guru pemula, guru pemula lanjut, guru mampu, guru mahir dan guru ahli. Skor ini diberikan tim KPI sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing guru. Mutini berharap tahun ini guru yang  mengikuti supervisi minimal mendapat skor di level 4.
“Semoga skor yang didapat setidaknya bisa di tingkat guru mahir,” harapnya.  
Ia sendiri yakin, guru SDIT Ahmad Yani semuanya berkualitas. Apalagi diantara mereka telah banyak yang lulus S-2 dengan gelar magister pendidikan.
“Dari segi kemampuan mengajar saya yakin guru-guru disini semuanya hebat. Tinggal butuh penguatan dan peningkatan saja agar semakin berkualitas,” imbuhnya.
Sementara itu, di sisi lain SDIT Ahmad Yani memiliki misi menjadi lembaga yang bernilai plus di bidang keimanan dan akhlak peserta didiknya. Oleh karena itu, menurut Mutini, disamping berkualitas di bidang kompetensinya, guru sebagai pendidik juga harus mampu menjadi uswah yang baik bagi siswa.
“Guru harus menjadi teladan. Baik cara berbusananya, tutur kata dan sebagainya. Sebab keteladanan merupakan cara efektif dalam mendidik. Tidak cukup pintar secara keilmuan saja,” terangnya. (imm/sir/oci) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :