Menristek Dikti Apresiasi Polinema yang Makin Jos


MALANG – Menristekdikti M Nasir meresmikan tiga gedung senilai Rp 247 miliar di Polinema. Gedung perkuliahan terpadu menghabiskan biaya total Rp 110 miliar, Graha Polinema sebesar Rp 130 miliar, dan masjid Raya An-Nur senilai Rp 7,8 miliar.
Sambil menyuarakan yel-yel Polinema JOS.... Nasir mengapresiasi atas etos kemajuan Polinema. Ia mereview seluruh Politeknik di Indonesia, dan Polinema dinilai semakin berkembang dan berkualitas. Meski begitu, ke depan jelas revolusi industri 4.0 akan dihadapi seluruh perguruan tinggi di Indonesia. “Maka ini juga menjadi tantangan bagi Polinema untuk terus berinovasi dan bersaing dalam merespon revolusi industri ini,” ungkapnya.  
Dalam kuliah tamu, Menristekdikti menjelaskan peran PTS dalam meningkatkan daya saing bangsa yang meliputi dua tahap output berupa kemampuan dan inovasi. Inovasi adalah hal pokok yang dapat dikomersialiasaikan.
“Jika ada temuan yang tidak dikomersialisasikan, berarti bukan inovasi,” ungkapnya.
Sesuai misinya, sistem pendidikan Indonesia harus mampu meningkatkan akses, relevansi, dan mutu pendidikan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas. “Semakin banyak universitas, belum tentu meningkatkan kualitas. Terbukti dari total 4.529 perguruan tinggi di Indonesia hanya 3 universitas yang world rank (QS),” tutupnya.  
Selain Menristekdikti, peresmian tiga gedung di Polinema ini juga dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya Iptek, Staf Ahli Menristekdikti bidang Infrastruktur, dan direktur sarana dan prasarana, walikota Batu, serta rektor Universitas di kota Malang.
Sementara itu, Direktur Polinema, Drs Awan Setiawan M MT MM menuturkan, peresmian ini dilakukan dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke-36 Polinema.
“Polinema tumbuh secara bertahap dengan pencapaian jumlah pendaftar yang terus meningkat. Sehingga gedung-gedung yang telah selesai dibangun ini akan memberikan kenyamanan dan kemudahan fasilitas bagi civitas akademika,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...