Ajak Siswa Hidup Sehat dengan Cara Menyenangkan


MENANG Lomba Lingkungan Sekolah Sehat Provinsi Jatim 2017 lalu, SDN Model Kota Malang kini ditunjuk mewakili provinsi Jawa Timur dalam lomba Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) tingkat Nasional. Sekolah ini dianggap layak mengikuti perlombaan tingkat nasional lantaran telah menerapkan hidup sehat baik di lingkungan sekolah maupun kepada seluruh siswa.
Arianthi Dewi Susanti, SE, Humas SDN Model Kota Malang, mengatakan, sebelum adanya lomba UKS, kepala sekolah Suparti, S.Pd, M.Pd sudah merencanakan programnya dimana siswa yang sehat akan berpengaruh kepada prestasi siswa itu sendiri.
“Dari situ ibu kepala sekolah optimis untuk membiasakan anak-anak bahwa hidup bersih dan sehat itu harus berawal dari diri sendiri. Jadi awalnya kita beri pemahaman dulu kepada anak-anak pentingnya hidup sehat dan manfaatnya,” imbuhnya.
Kemudian para siswa diberikan contoh cara-cara hidup sehat, pembiasaannya bagaimana, dan penerapannya sehari-hari. Setalah siswa tersebut paham dengan sendirinya hidup sehat akan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak boleh dihilangkan.
Selain itu penerapan hidup sehat ini juga selalu diterapkan dalam kegiatan belajar yang materinya tidak ada kaitannya dengan kesehatan. Misalkan saja, saat itu proses belajarnya ada di luar kelas, di sini guru berperan penting dalam mengingatkan siswanya untuk selalu mencuci tangan sebelum masuk kelas di pelajaran selanjutnya.
“Selain menerapkan hidup sehat dalam pembelajaran, disisi lain lingkungannya juga kami perbaiki dengan mewujudkan sekolah wisata UKS. Ada taman edukasi kesehatan. Jadi mereka tidak hanya bermain saja melainkan mendapatkan informasi mengenai ilmu kesehatan,” papar Arianthi.
Taman edukasi tersebut juga dilengkapi dengan tugu 8 gol UKS yang berisi 8 larangan yang dapat merusak kesehatan. Sehingga implementasinya nanti siswa terbebas dari merokok, kenakalan remaja, kehamilan pra nikah, HIV/AIDS, narkoba, kecacingan, anemia, dan hepatitis.
Selain itu SDN Model ini juga telah menyediakan perpustakaan taman (pus taman), berisikan buku-buku yang ada berkaitan dengan bidang kesehatan. Pus taman ini selain bisa dinikmati oleh para siswa juga bisa dinikmati orang tua saat menjemput anaknya pulang sekolah.
Menurutnya, dengan didirikannya tugu 8 gol itu akan merangsang daya ingat siswa mengenai larangan-larangan tersebut.
“Karena ini masih tahap pembenahan sementara ini masih ada 8 gol tersebut, nantinya akan ditambah lagi papan-papan informasi mengenai info kesehatan lainnya. Dengan cara ini siswa bisa bermain sekaligus belajar,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :