Empat Negara Akan Buka Kampus di Indonesia


MALANG - Pemerintah membuka kran bagi perguruan tinggi asing masuk Indonesia. Saat ini, sudah ada empat negara yang merespon program tersebut.
“Sudah ada empat negara yang menghubungi saya, diantaranya Inggris dan Australia. Mereka siap membuka perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Menristekdikti, Prof Drs H Mohamad Nasir Ak MSi PhD ketika berkunjung ke Malang, Selasa.
Dia melanjutkan, Menristekdikti mengimbau bagi perguruan tinggi swasta maupun negeri untuk saling bekerjasama. Sebab, statusnya PTLN nanti adalah perguruan tinggi swasta. Menristekdikti mengaku, mengimplementasikan Undang-undang no 12 tahun 2012, bahwa Indonesia dapat membuka perguruan tinggi luar negeri, atau perguruan tinggi luar negeri dapat melakukan proses pembelajaran di Indonesia.
“Namun hal ini ada syaratnya, meliputi PTLN harus menerapkan mata kuliah MKDU berupa pancasila, uud 1945, agama, dan kewiraan. Syarat yang lain adalah Nirlaba dan juga PTLN mampu bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun inovasi,” bebernya.
Sebelumnya, Menristekdikti menerapkan kebijakan berupa membebaskan nomeklatur program studi untuk mengembangkan kompetensi industri, membangun teaching factory dan melaksanakan perkuliahan online, hingga akhirnya memberi peluang PTLN membuka perguruan tinggi di Indonesia.
Menristekdikti menargetkan lima negara mampu membuka perguruan tinggi di Indonesia. Jika hal ini berjalan maka mutu pendidikan dan kompetitifnya akan berdampak bagus. “Peluangnya, pertama dijalankan di Jakarta dulu, kalau sudah jalan bagus maka akan dikembangkan di daerah lain,” tandasnya.
Sementara itu, Komisi X DPR RI, Latifah Sohib mengaku khawatir nanti PTS dalam negeri akan tergeser. Sehingga komisi X akan mengevaluasi kinerja kementrian apakah akan berdampak pada PTN atau tidak. Hal ini ditengarai karena rangking PTS masih rendah, sehingga ditakutkan kompetisinya menurun. “Kemarin sudah diwacanakan tapi belum diberi respon. Kami masih melihat dulu faktanya bagaimana, kan belum tahu program realnya bagaimana. Tapi diharapkan PTS dan PTN mampu mengadopsi perguruan tinggi asing,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...