Siswa Siap Taklukkan Soal Esai USBN


MALANG - Siswa SD di Kota Malang mulai terbiasa menghadapi soal esai sebagai persiapan jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UASBN), Mei mendatang. Latihan soal model esai ini dibiasakan dalam pelajaran sehari-hari di kelas.
Seperti diungkapkan Kepala SDN Tunggulwulung 1 Hj. Misgiarti, M.Pd, sekolah telah memberikan latihan dengan menyelipkannya soal esai disela-sela pelajaran sehari-hari.
“Karena ini masih baru diterapkan tahun ini, siswa kami masih butuh proses agar terbiasa dengan adanya soal esai di ujian nanti. Setelah banyak latihan-latihan yang kami berikan, siswa sudah mulai terbiasa,” kata Misgiarti.
Selain mengikuti try out beberapa kali, tambahan pelajaran juga turut diberikan SDN Tunggulwulung 1 kepada siswanya. Setiap hari siswa akan menerima tambahan pelajaran dari jam 12.30 WIB-15.00 WIB.
Senada, SDN 3 Mulyoagung memberikan pelatihan-pelatihan soal kepada siswa kelas VI sejak awal semester satu.
Kepala SDN 3 Mulyoagung Sumarheniyati, S.Pd, M.Si menuturkan, untuk mempersiapkan siswanya menghadapi USBN, sekolah menggelar try out dari berbagai lembaga.
“Bila diperkirakan kesiapan siswa kami menghadapi USBN sekitar 90 persen,” kata Heni.
Terkait soal esai, menurutnya masih perlu adanya pembiasaan agar siswa mampu menjawab dengan tepat saat ujian nanti.
Sementara itu dirilis ROL, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Totok Suprayitno mengatakan sekitar 10 persen soal total materi USBN berupa esai. Tujuan dari penerapan soal esai tersebut untuk membiasakan peserta didik mengerjakan ujian esai, berargumentasi, dan menyampaikan alasan yang rasional atas pendapatnya.
Untuk USBN, kami meminta guru membuat soal esai atau uraian dengan porsinya sekitar 10 persen dari keseluruhan soal. Sisanya tetap pilihan ganda," ujar dia di Jakarta, Rabu (14/3).
USBN untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) akan mengujikan tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Matematika. Untuk Paket A diujikan lima mata pelajaran, yaitu PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan IPS, sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA/MA, semua mata pelajaran diujikan dalam USBN.
Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi, menjelaskan untuk pelaksanaan USBN pada tahun ini ditetapkan oleh Dinas Pendidikan daerah tersebut.
"Kewenangannya berdasarkan zona kelompok kerja guru atau musyawarah guru mata pelajaran (KKG/MGMP)," kata Bambang.
Penetapan jadwal USBN, kata dia, dengan mempertimbangkan ketuntasan kurikulum, kalender akademik masing-masing satuan pendidikan, hari libur nasional/keagamaan, jadwal pelaksanaan ujian nasional, jadwal pengumuman kelulusan, serta moda pelaksanaan ujian.
Naskah soal USBN SD disusun oleh guru pada satuan pendidikan yang dikonsolidasikan di KKG. Naskah soal USBN SMP dan SMA sederajat disusun oleh satuan pendidikan yang dikonsolidasikan di MGMP. Pembuatan soal dilaksanakan di tingkat MGMP/KKG/Forum Tutor atau di satuan pendidikan. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...