Digelar di SDN Bareng 3, Libatkan Kepala Sekolah Hingga Orang Tua Siswa

 
PEMBUKAAN Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), O2SN, dan FAM, tingkat SD di kecamatan Klojen berlangsung meriah, di lapangan SDN Bareng 3 Malang, Kamis (15/3). Beragam kesenian dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan. Menariknya lagi, atraksi ini melibatkan banyak pihak mulai dari siswa, orang tua, guru, hingga kepala sekolah se Kecamatan Klojen.
Tak hanya itu, penampilan putri bunga yang dibawakan oleh siswa SDN Kauman 1 dan SDN Bareng 2 menambah semarak kemeriahan pembukaan FLS2N ini. Mereka tampil menawan dengan balutan kostum bernuansa bunga yang indah dengan diiringi barongsai dan leong-leong dari SDN Klojen.
Tak hanya itu, Tari Nusantara yang dibawakan SDN Bareng 3 juga tak kalah menarik, mereka menari dengan apik, kompak, dan lues. Kepala SDN Bareng 3, Anton Henawanto, M.Pd, mengatakan, pembukaan FLS2N, O2SN, dan FAM kali ini dirangkai meriah dengan melibatkan berbagai pihak sebagai bentuk kebersamaan dalam menciptakan seni, olah raga, dan keagamaan.
“Pesertanya dari gugus-gugus di kecamatan Klojen yang lolos seleksi. Setiap gugus mengirimkan 3 terbaik untuk masing-masing lomba, nantinya yang menang akan dikirim ke tingkat kota. Untuk FLS2N lombanya diadakan di sini (SDN Bareng 3,Red),” ujar Anton.
Tak kalah seru, tarian ayo goyang yang dibawakan oleh guru dan kepala sekolah se-kecamatan Klojen pun mendapatkan apresiasi dari peserta. Mereka mengenakan pakaian daerah dan kompak menyanyikan lagu ayo goyang yang diganti lirik dengan “jangan goyang” dengan maksud memberikan motivasi kepada siswa agar semangatnya belajar tidak pernah goyang.
Jenis seni yang dilombakan dalam FLS2N diantaranya tari, pantomime, paduan suara, pidato bahasa Indonesia, baca puisi, pidato bahasa jawa, nyanyi, dan lukis. Loba ini berlangsung selama satu hari dan akan diambil tiga terbaik dari masing-masing lomba.
Dalam FLS2N ini SDN Bareng 3 sendiri berhasil menjadi juara dua dibeberapa perlombaan diantaranya lomba pidato bahasa Indonesi dan pidato bahasa Jawa. Lomba pidato bahasa Indonesia diraih oleh Andiviana Gita Pratiwi, sedangkan lomba pidato bahasa Jawa diraih oleh Anisa Shafira.
Menurut Anton, kegiatan tahunan seperti ini memberikan banyak manfaat bagi siswa salah satunya meningkatkan kreativitas siswa dan meningkatkan mutu pendidikan melalui kesenian.
“Adanya keterlibatan dari semua elemen juga mampu meningkatkan tali persaudaraan dan kebersamaan siswa. Kemudian FLS2N ini juga menjadi tolak ukur keberhasilan pembinaan intrakurikuler dan ekstrakurikuler di sekolah,” pungkas Anton. (mg7/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...