40 Mahasiswa Bersaing Menjadi Duta Ma Chung 2018


 
MALANG – Tahun pertama pelaksanaan Brand Ambassador Ma Chung 2018, peserta tidak hanya menjalani tahapan seleksi saja. Kegiatan penyaringan duta Ma Chung ini juga diimbangi dengan sesi refreshing, salah satunya Kitchen Tour di Makobu Cake Malang.
Pemilihan Brand Ambassador Ma Chung 2018 adalah tahapan seleksi mahasiswa dan mahasiswi terbaik dari seluruh prodi. Peserta yang diseleksi adalah mahasiswa aktif maksimal semester empat. Setiap peserta mewakili prodinya, lalu mengikuti tahapan seleksi ketat mulai dari 40 besar, 20 besar hingga terpilih 5 besar. Mereka akan menjadi duta Ma Chung sekaligus mempromosikan Ma Chung baik di kota Malang maupun dalam kegiatan kerja sama di luar Universitas. 
Sebelumnya, 20 peserta mengikuti Malang City Tour yang dilanjutkan dengan Kitchen Tour di Makobu Cake. Peserta dikenalkan dalam proses pembuatan adonan, spon cake, dan pastry. Mereka juga berkesempatan mengoles krim kue secara langsung, memasukkan kue ke dalam oven, packaging hingga kue masuk ke box.
“Pengenalannya lebih kepada proses pembuatan dan mereka antusias karena mereka baru mengenal dunia BNF,” ujar Marketing Makobu Cake, Sagita Krisna.
Mahasiswa prodi Sastra Inggris angkatan 2016, Sandi Amin, merasa gembira karena dapat mengapresiasi diri dalam berkompetisi. Melalui prodinya yang sudah terakrediatasi A ini, dia menerangkan mahasiswa tidak hanya belajar sastra dan bahasa tapi juga linguistik yang memiliki cabang salah satunya teaching untuk mempelajari cara menjadi guru yang baik. 
Selain itu juga ada penjurusan public releation, touristm, dan entrepreneurship for language student.
“Kita diajari management Makobu sendiri, mulai dari prepare bahan sampai finishing. Jadi kita tidak hanya sekedar menikmati outputnya saja tapi juga prosesnya,” ujarnya.
Tidak hanya Sandi, Serena Yuri Amelia juga terkesan selama mengikuti pemilihan Brand Ambassador ini, sebab dia mampu mempelajari komunikasi yang baik, berpikir kritis, serta kerja sama tim. Namun, Mahasiswa prodi sistem informasi angkatan 2017 ini, akan saling menghargai kemampuan masing-masing peserta.
“Setiap peserta memiliki kemampuan masing-masing, saya percaya diri,” ungkapnya.
Pada prodi sistem informasi, dia juga menonjolkan pembelajaran yang baik antara dosen dan mahasiswa. Selain itu, prodinya juga memiliki grade yang menuntut mahasiswa meningkatkan kompetensinya. Salah satu pembelajaran baru yang Serena dapatkan adalah pada kitchen tour di Makobu Cake.
“Ternyata kue enak itu pembuatannya seperti ini, jadi kami belajar cara membuat adonan sampai mengemas,” kesannya.
Melalui take line creative critical, comunicative, para peserta tidak hanya kompetitif tapi juga diharapkan lebih ramah pada semua orang. Mengingat mereka menjadi duta dan dapat mengenalkan Ma Chung kepada masyarakat. 
Sementara itu, Ketua Panitia, Joseph Ananta mengatakan, dalam proses seleksi, mereka juga dikenalkan issue dunia, general equality, agar mampu open minded. Seperti seleksi pada umumnya, mereka dituntut mampu berpenampilan menarik sekaligus mengerti almamater sekaligus beragam program maupun fasilitas yang tersedia. Akan terpilih lima pasang besar, meliputi juara satu sampai tiga, best favorit dan best talent. 
“Mereka tidak hanya diharapkan dapat mempromosikan Universitas tapi juga mampu membantah stigma Ma Chung hanya untuk kalangan tertentu. Di Ma Chung ada perbedaan dan keunggulan dengan menekankan perbedaan karakter,” tutupnya. (mg3/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...