Tantang Perkembangan Teknologi, IMGI Gelar Scientific Conference

 
BATU – Sebanyak 31 mahasiswa dari enam Perguruan Tinggi yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Geodesi Indonesia (IMGI) menggelar scientific conference dan saling bertukar informasi tentang program kerja ikatan mahasiswa Geodesi dari masing-masing kampus. 
Kegiatan temu akrab yang berlangsung dua hari 16-17 Maret di Villa Panderman Hill, Kota Batu itu diharapkan muncul mahasiswa jurusan Geodesi yang berkualitas dan kompeten di era perkembanagan teknologi yang semakin pesat.
Sekjen IMGI, Raden Muhammad Lukman Fauzi Perkesit mengatakan,  kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut membahas tentang ikatan mahasiswa geodesi antar kampus. Peserta saling berbagi kesuksesan dan pengalaman, sehingga perwakilan dari masing-masing kampus bisa mengadopsi program kerja yang bisa diterapkan.
"Melalui pertemuan ini kami ingin ada pemerataan kualitas kemampuan dari mahasiswa yang tergabung dalam IMGI. Selain itu, memperkenalkan IMGI dan geodesi ke mahasiswa teknik geodesi di ITN agar para mahasiswa geodesi lebih memahami jurusan geodesi serta mensosialisasikan kepada masyarakat umum," ujar Raden kepada Malang Post, kemarin.
Lebih lanjut dikatakan, sejak 25 tahun IMGI berdiri, baru kali pertama mengadakan pertemuan dengan tuan rumah ITN Malang melalui scientific conference yang lebih inovatif. Hal tersebut, karena, ilmu geospasial bukan lagi menjadi kebutuhan tersier dan sekunder, tapi primer. Dengan salah satu contohnya penggunaan aplikasi ojek online yang tak banyak orang sadari. 
"Kami ingin menjelaskan jika bidang Geospaisal terkait dengan elektronik dan teknologi yang diterapkan dalam peta digital dalam aplikasi online. Dengan begitu bisa diartikan disiplin ilmu lain sudah menganggap dan berkaitan dengan ilmu geospasial yang sudah kompeten di era sekarang," terangnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Share For Unity, Dysfan Meru Bawa Al Fitra, dari Teknik Geodesi, ITN Malang menjelaskan, jika bidang geospasial saat ini sangat bersaing dan dibutuhkan di era industri. Salah satunya dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
"Dalam pembangunan infrastruktur, geodasi memiliki peran penting. Ketika kita menentukan pembuatan pondasi dalam bangunan infrastruktur, seperti diperlukannya pengukuran titik koordinat sebagai titik acuan pembangunan. Karena tanpa adanya titik koordinat, maka pembangunan infrastruktur tidak akan terdesain eksotis. Begitu juga secara keakurasian datanya," bebernya.
Karenanya, jurusan teknik Geodesi untuk saat ini memiliki peran penting dalam pembangunan di Indonesia. Ia ingin dari kegiatan yang berlangsung selama dua hari ada banyak pengetahuan baru yang didapat dari peserta yang tergabung dalam IMGI. Selain itu para peserta bisa mengenalkan dengan baik jurusan geodesi ke masyarakat umum.
Pada program kerja IMGI 2018 ini tema yang diusung sesuai dengan pembahasan, yaitu share the secret of your association succses. Diikuti 31 peserta yang tergabung dalam enam perguruan tinggi. Diantaranya UGM, ITS, UNDIP, ITENAS Bandung, UNILA Lampung dan ITN sebagai tuan rumah. (eri/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...