Tim Kosayu 2 Juara Bertahan SMANDA CUP 2018


 
MALANG - SMANDA CUP 2018 tingkat SMP se Jawa Timur yang dimulai pelaksanaannya pada 18 Februari lalu, mampu menarik animo cukup tinggi bagi siswa. Bahkan, permainan basket dengan teknik yang dinilai semakin bagus hingga tahap final itu cukup menciptakan persaingan sengit antar finalis.
Usai pertandingan final, pemenang SMANDA CUP 2018 diumumkan dewan juri, dengan kategori sebagai berikut: Tim Putra, SMPK Kosayu 2 juara 1, SMPN 1 Malang juara 2, SMPK Kosayu 1 juara 3, untuk Tim Putri, SMPK Kosayu 2 juara 1, SMPN 1 Malang juara 2, SMPN 1 Ngantang juara 3. Sementara kategori pemain terbaik yakni Meisya Feobe Angelina A dan Werdy Syahputra, keduanya dari SMPK Kosayu 2. 
“Animo meningkat dengan kemampuan yang berkembang. Juara petahana seperti tahun kemarin masih dipegang SMP Kosayu. Hal ini harus diapresiasi, karena mereka kompetitif,” ujar Kepala SMAN 2 Malang, Dr RR Dwi Retno Udjian Ningsih MPd kepada Malang Post, kemarin.
Dia menambahkan, kegiatan ini terselenggara dengan baik dan kompak karena banyak didukung oleh tim penyelenggara dan kesiswaan SMAN 2 Malang. Sehingga pelaksanaan pertandingan selama Sabtu dan Minggu tersebut berjalan dengan lancar.
“Semoga tahu depan, pelaksanaannya akan lebih banyak partisipannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Perwakilan Wasit Perbasi, Efendi Harianto menilai perkembangan teknik pemain semakin bagus. Artinya ini merupakan keberhasilan pelatih dan pemain yang tekun belajar usai penataran. Teknik mendrible dan passing sudah dinilai bagus, termasuk cara memegang bola.
“Yang perlu dikembangkan adalah teknik shooting, karena dibutuhkan tenaga dan cara memegang bola yang bagus. Kerja sama harus ditingkatkan, walaupun teknik dasar bagus tapi jika main sendiri-sendiri ya tidak mungkin bisa,” ujarnya, saat menyaksikan pertandingan final putri antara SMPN 1 Malang dengan SMP Kosayu 2.
Meski begitu, panitia juga melakukan evalusi dari pertandingan setiap tahunnya. Seperti meningkatkan perlengkapan pendukung dari peserta pertandingan serta modifikasi permainan basket kedepan. 
Sedangkan Waka Kesiswaan SMAN 2 Malang, Supandi MPd, mengatakan, modifikasi permainan basket berupa free style juga diperlukan untuk menarik minat siswa. Sebelumnya, SMAN 2 Malang telah mendatangkan atlet profesional DBL untuk memotivasi siswa.
“Bola basket tidak hanya menjadi pertandingan, tapi juga hiburan seperti free style, dimodifikasi agar lebih menarik kedepan,” pungkasnya. (mg3/adv/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :