SD Insan Amanah Teladani Guru Budi


Malang - SD Insan Amanah menggali hikmah dari peristiwa meninggalnya guru Budi di tangan muridnya sendiri. Sekolah tak hanya menggalang solidaritas dan bantuan, tapi juga belajar dari peristiwa memilukan tersebut.
Sejumlah guru SD Insan Amanah berkunjung ke rumah guru SMK Negeri 1 Sampang tersebut, Sabtu (17/3) lalu dan memberikan santunan berupa uang sebesar Rp 16.150.000 untuk keluarga korban. 
Kepala SD Insan Amanah Suhardini Nurhayati,  M. Pd mengatakan, santunan tersebut diberikan sebagai bentuk keprihatinan atas kejadian yang menimpa Guru Budi.
"Ini bentuk solidaritas kami sesama guru dan amanah dari orang tua yang harus ditunaikan. Semoga bermanfat untuk keluarga korban," ucapnya. 
Dana santunan tersebut digalang sejak awal Bulan Februari lalu, dan mendapat respon yang luar biasa terutama dari wali siswa. 
"Sebagian merupakan bantuan dari orang tua yang juga memiliki perhatian begitu besar terhadap keluarga korban. Kami sampaikan terimakasih kepada mereka,  yang telah mendukung kegiatan santunan ini," katanya.
Dini, panggilan akrab  Suhardini Nurhayati,  M mengatakan, kunjungan pada keluarga korban tidak hanya sekadar memberikan santunan. Lebih dari itu guru SD Insan Amanah belajar tentang kehidupan. Dari pelajaran inilah, diharapkan akan ditemukan korelasi dengan sistem pendidikan karakter di sekolah.
“Jadi sekolah kami tidak hanya berslogan sekolah berkarakter, tetapi betul-betul mengimplementasikan nila-nilai karakter, betul-betul dilakukan pengawalan terhadap anak sehingga memfosil dalam otak mereka yang saat ini berada di usia emas,” terangnya.
Dini menjelaskan kejadian memilukan yang merenggut nyawa seorang guru karena ulah siswanya sendiri,  merupakan contoh konkrit bahwa karakter generasi muda sangat perlu perhatian. Oleh karena itu,  sebagai titik balik dari kejadian tersebut,  pihaknya akan semakin serius membina karakter siswa.
"Kejadian ini semakin mendorong kami,  untuk lebih serius membina anak-anak," tambahnya.
Sementara itu, dari sosok Budi Cahyono, guru SD Insan Amanah mendapatkan beberapa pelajaran.  Dini menuturkan, sesuai penjelasan dari keluarga korban,  Budi merupakan pribadi yang rajin,  mandiri dan bertanggungjawab.  Sebagai guru honorer yang digaji hanya Rp 400 ribu setiap bulan,  ia tidak pernah merepotkan orang tuanya.  Untuk menghidupi keluarganya sendiri,  Budi berusaha dengan gigih mencari pekerjaan sampingan di bidang seni sesuai dengan bakatnya. 
Ditambah lagi,  almarhum yang sudah beristri dan mempunyai calon bayi ini adalah sosok yang sabar dan ikhlas. 
"Di detik-detik menjelang wafatnya,  beliau masih sempat mendoakan muridnya yang salah itu agar mendapat hidayah," ucap Dini.
“Kami berharap guru-guru SD Insan Amanah dapat mengambil pelajaran dari sosok Pak Budi sebagai guru dengan karakternya yang baik,” imbuhnya. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...