Lulusan SMK Keperawatan Diincar Jepang


MALANG - Jepang menawarkan kesempatan emas bagi lulusan SMK Keperawatan. Seperti ditawarkan ke SMKN 11 Malang. Lulusannya bisa bekerja dengan tawaran gaji Rp 15 juta per bulan.
Kepala SMKN 11 Malang Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST, M.Pd menyampaikan, SMKN 11 Malang mendapat tawaran agar lulusannya bekerja di Jepang menjadi perawat dengan gaji yang cukup terbilang besar. Namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, terutama siswa harus mampu berbahasa Jepang.
“Tawarannya kalau mau kerja di Jepang, lulusan SMK Keperawatan bisa mendapatkan gaji Rp 15 juta per bulan,” ungkap Gunawan kepada Malang Post.
Diungkapkannya, persyaratan lain yang wajib dipenuhi adalah sudah memiliki pengalaman bekerja, minimal satu tahun sebagai perawat atau sisten perawat di rumah sakit.
Mengingat tawaran ini sangat bermanfaat bagi lulusan SMKN 11 Malang, pihaknya akan mengajak lembaga tersebut untuk memberikan sosialisasi kepada siswa dan orang tua. Tawaran bekerja di luar negeri ini memang khusus bagi lulusan yang tidak ingin melanjutkan kuliah. Sementara bagi yang ingin kuliah, ada kesempatan kuliah sambil kerja di sana.
Untuk mempersiapkan siswanya, SMKN 11 Malang membekalinya dengan beberapa kompetensi keperawatan. Diantaranya kebutuhan dasar orang agar sehat, termasuk pendidikan pengetahuan pasien, kebutuhan hidup orang normal yang paling dasar dan kebutuhan kesehatan lainnya.
“Kami bekali siswa dengan beberapa keterampilan terutama keperawatan dasar tentang kebutuhan dasar manusia,” papar Gunawan.
SMKN 11 menyiapkan 126 siswa pada 2017 lalu, dengan peminat 176 siswa.
Terpisah, meski belum menjalin kerja sama dengan luar negeri, SMK Kesehatan Adi Husada optimis lulusannya akan mampu bersaing di dunia kerja.
Staff Kurikulum SMK Kesehatan Adi Husada Luluk Maria Ulfa, S.Kep, NS, mengatakan, untuk penyerapan lulusannya di dunia kerja SMK Kesehatan Adi Husada telah menjalin kerja sama dengan berbagai Rumah Sakit di Kota Malang. Bahkan beberapa RS tersebut setiap tahunnya merekrut tenaga kerja dari sekolah.
Selain itu, keterampilan bahasa asing juga turut diberikan kepada seluruh siswa agar mampu bersaing dengan tenaga kerja asing. Bahasa asing seperti Inggris, Jerman, dan Mandarin tersebut bahkan sudah menjadi bahasa dalam pembelajaran sehari-hari siswa. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...