Politeknik BLU, Profesionalitas Dulu Kesejahteraan Kemudian


MALANG – Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN BLU) merupakan hal baru yang membawa dampak luar biasa untuk perkembangan perguruan tinggi, khususnya di Politeknik. Salah satunya, PTN BLU dapat meningkatkan pendapatan dan pelayanan mahasiswa. Meski begitu, Inspektorat Jenderal (irjen) Kemenristekdikti mengimbau PTN BLU berjalan sesuai relnya.
“Pemimpin UPT harus mempertimbangkan targetnya, jangan beralih menjadi cost center yang artinya UPT yang membiayai tidak menghasilkan,” ujar Sekretaris Irjen Kemenristekdikti Dr Yusrial Bachtiar Ak MM pada rapat koordinasi Forum SPI PTN BLU dan peningkatan kapasitas SPI PTN Indonesia, di Regent Park Hotel, kemarin.
Dia melanjutkan, mencontoh PTN Berbadan Hukum yang begitu besarnya kewenangannya. Jika dalam prosesnya tidak maksimal, para pimpinan sudah dapat dipastikan akan terjerat di tempat jeruji besi. Sehingga sistem pengawasan internal (SPI) memiliki peran mengendalikan agar tidak berjalan berlebihan.
“Dalam forum ini, SPI memberi nilai tambah terhadap lingkungan, mengingat kondisi PTN BLU yang berhadapan dengan adanya power penting, seperti  penata kelolaan badan usaha layanan umum yang memang mengandung risiko,” imbuhnya.
Terobosan yang telah dibuat diharapkan agar para PTN BLU dapat melaksanakan amanah yang diberikan. Dia menekankan agar masalah organisasi dan kesejahterahan dapat mengalir saja.
“Jangan berharap kesejahterahan dulu, tapi profesionalitas,” imbuhnya.
Faktanya, sering terjadi koridor bisnis yang tidak sesuai. Contoh, suatu PTN BLU mendirikan unit pariwisata.
“Padahal koridor bisnis kita melingkup pada pendidikan saja. Sedangkan pemanfaatan aset, jatuhnya pada sewa atau kelola sendiri. Misalnya mendirikan unit percetakan, apa sih tujuan awalnya, kan memfasilitasi percetakan kampus, kalau sudah dijadikan bisnis harus ada izin usaha. Setelah itu ya dimanfaatkan, jangan sampai nyetak di luar,” tegasnya. (mg3/adv/oci)

Berita Lainnya :