SMA Panjura Buka Jalur Khusus


MALANG - SMA Panjura Malang bersiap melakukan seleksi penerimaan siswa baru, Sabtu, (24/3/18). Seleksi jalur khusus akan dilaksanakan melalui tes tulis. Siswa baru hanya perlu mendaftar menggunakan nilai rapor semester satu hingga semester lima. Kuota jalur khusus ini dibatasi hanya 60 siswa baru dengan perincian tes pertama kuota yang diterima hanya 30 siswa dan tes kedua 30 siswa.
Penerimaan jalur khusus yang sudah diterapkan bertahun-tahun ini rupanya menjadi daya tarik dan terbukti hingga kini peminatnya terus mengalami peningkatan. Sampai saat ini, pendaftar tes pertama sudah mencapai 49 siswa, diperkirakan pendaftar akan terus bertambah hingga pelakasanan tes nanti.
Keapala SMA Panjura Malang, Herman Budiono, SH, MM, mengatakan penerimaan siswa jalur khusus ini diperuntukkan bagi yang memiliki semangat tinggi untuk belajar dan dari segi perekonomian kurang mampu.
“Biaya yang kami bebankan kepada siswa jalur khusus ini jauh lebih ringan karena kami tunjang dengan dana BOS SMA yang memang diperuntukkan untuk siswa kurang mampu,” ujar Herman.
Pendaftar bulan Februari, lanjutnya dikenakan biaya sebesar Rp 1,2 juta, sedangkan pendaftar bulan Maret Rp 1,5 juta. Beda waktu pendaftaran akan ada selisih biaya namun masih tergolong lebih ringan dibanding sekolah lainnya yang setara.
“Pendaftar jalur khusus ini tersebar dari berbagai wilayah di kota hingga kabupaten Malang. Memang awalnya, jalur khusus ini hanya bagi adik atau saudara siswa kami, kemudian saat ini kami perluas untuk umum, namun hanya diterima 60 dari total kuota sebanyak 180 siswa baru,” papar Herman.
Tiga mata pelajaran yang akan diteskan pada tes tulis pertama diantaranya Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Sedangkan mata pelajaran IPA diujikan ketika siswa tersebut sudah diterima di SMA Panjura untuk peminatan.
Pada tes ini, standar nilai yang ditentukan yakni sesuai Ujian Nasional yakni 5,5. Namun dalam pelaksanaannya apabila jumlah siswa yang memenuhi syarat pada tes tulis pertama ini tidak mencapai 30 orang maka akan ditutup saat tes tulis kedua.
Selain nilai tes tulis, nilai rapor juga menjadi tolak ukur siswa. Nilai dari semester satu hingga semester lima ini nantinya akan diinput ke dalam sistem dan dipilih 20 tertinggi.
“Apabila nilai tes tidak terlalu tinggi sedangkan nilai rapor tinggi maka akan kami lihat kehadiran siswa tersebut, kemudian kami lihat pula potensi siswa tersebut baik dibidang akademik maupun non akademiknya. Kami memiliki tim khusus untuk mengukur layak atau tidaknya siswa itu diterima di sini,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :