Potret Keunggulan Pendidikan di Inggris


PENGALAMAN mengunjungi kota Manchester sangat berharga bagi  Sentot Hariyanto, S.Psi.  Guru sekaligus Wakil Kepala SDN Kauman 1 ini berhasil mendapatkan hadiah ke Inggris karena prestasinya. Berkat kekreativannya membuat inovasi pembelajaran, ia berhasil menjadi juara 1 Karya Inovasi Pembelajaran Teknologi Tepat Guna (KIPTTG) tingkat nasional, 2014 lalu.
“Waktu itu saya tidak ada tujuan khusus untuk ikut lomba ini, karena waktu itu sebenarnya kami membuat alat peraga yang digunakan untuk mengajar anak-anak. Karena hasilnya bagus, saya deskripsikan dalam bentuk tulisan kemudian dikirim ke kementerian,” ujar Sentot.
Dikisahkan guru yang sudah 30 tahun mengajar itu, ia terpilih sebagai finalis dari 100 karya buku di Indonesia yang memiliki keunggulan dalam pembelajaran. Ia tak pernah berharap akan mendapatkan hadiah. Rupanya, ia berhasil meraih prestasi untuk study banding ke Inggris selama dua minggu.
“Ternyata setelah berkunjung ke Inggris tersebut banyak hal yang berbeda terutama pendidikannya,” kata dia.
Menurutnya, kalau di Indonesia memiliki banyak cakupan belajar, di Inggris hanya ada beberapa mata pelajaran seperti IPA, Matematika, Bahasa dan Budaya. Laki-laki berkacamata ini juga menuturkan, kemampuan anak di Inggris dalam mengeksplorasi materi benar-benar ditekankan. Kemudian disiplin juga sangat ditanamkan pada anak didik.
Tak hanya itu, tanggung jawab dan partisipasi orang tua terhadap anak sangat besar. Terbukti, ketika ada undangan rapat di sekolah, Ayah justru meluangkan waktu meski sedang sibuk bekerja.
“Di sini jika orang tua diundang ke sekolah untuk rapat, pada umumnya ibu yang datang. Kalau di Inggris, justru Ayahnya yang meluangkan waktu, rela  libur bekerja untuk bisa datang ke sekolah,” terang Alumni Universitas Wisnuwardhana Malang angkatan 1989 ini.  (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :