Bertindak Sebelum Orang Lain Melakukan


MALANG - Seorang pemimpin, dia berfikir sebelum orang lain memikirkannya, bertindak sebelum orang lain melakukan dan pikiran jauh ke depan melampaui orang lain. Hal itu merupakan pemikiran Akh Muwafik Saleh, Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya. Muwafik merupakan pemateri dalam sekolah manajemen yang digelar Malang Post, Rabu (22/3).
Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UB 2008-2012 ini mencontohkan, semua orang tentu tidak memikirkan bagiamana Aqua menjual air minum dalam kemasan. Apalagi Indonesia melimpah sumber air sehingga pemikiran bisnis menjual air minum dalam kemasan adalah ide gila. Namun sekarang, Aqua memiliki brand sangat kuat dan menjadi leader bisnis serupa. Meski konsumen disuguhi air minum kemasan lain, namun mereka masih saja menyebut produk lain tersebut adalah Aqua. Begitu juga produk lain yang sudah menjadi leader, seperti pompa air Sanyo, motor gede Harley Davidson memiliki brand sangat melekat.
''Saya pernah datang ke daerah Sulawesi, di sana seorang anak muda yang mendapat kebun luas dari orang tuanya rela membabat habis tanaman coklat. Dia kemudian menanami kebun luas tersebut dengan pepaya. Awalnya, orang lain menganggap dia gila karena kebun coklat sudah memiliki hasil dan tinggal meneruskan. Namun satu dua tahun, pohon pepaya nampak hasilnya dan ternyata lebih menguntungkan. Langkah anak muda ini kemudian ditiru sehingga daerahnya menjadi sentra pepaya. Setelah semua orang meniru, dia kembali berpikir membabat habis pepaya dengan durian, saya kirim ribuan bibit durian ke sana,'' tegasnya.
Sekolah kepemimpinan merupakan agenda rutin setiap bulan digelar Malang Post. Sekolah tersebut diikuti para pimpinan di Malang Post dengan mengundang pemateri dari pihak luar, khususnya akademisi. Selain mendengarkan materi, sekolah kepemimpinan tersebut juga sebagai bahan sharing hingga mencari teori dari praktik kepemimpinan yang sudah dilaksanakan. Hadir dalam kegiatan itu, Husnun N Djuraid, Komisaris Malang Post, Direktur Utama Malang Post, Juniarno D Purwanto, Direktur Sudarno Seman, Dewi Yuhana, Pemimpin Redaksi hingga para redaktur.
Dia juga sempat membahas Malang Post yang sudah menyajikan tsunami politik di Kota Malang. Di saat media lain belum berfikir atau bertindak dengan menyajikan berita 19 orang tersangka, Malang Post sudah melakukan itu. Itu yang membuat Malang Post menjadi leader diantara media-media lain. Kehadiran berita tsunami politik di Kota Malang itu langsung menjadi bahasan diberbagai kalangan.
''Siapa yang akan memenangkan persaingan, dia adalah pihak yang bisa tampil beda,'' tegas onwner Lembaga Pelatihan Kepemimpinan, Komunikasi, Motivasi dan Pengembangan Diri Insan Dinami Indonesia ini.
Ada juga ungkapan bahwa pemimpin sukses adalah mereka bisa mencetak pemimpin baru. Nabi Muhammad SAW sudah berfikir jauh lebih seribu tahun ke depan. Dia juga memiliki sahabat dan kader-kader yang sudah dicetak sebagai pemimpin. Meski Nabi sudah tiada, namun kepemimpinan tidak pernah hilang karena sahabat atau kader-kader yang sudah menjadi pemimpin.
Dia menjelaskan, pemimpin sukses melakukan pengaderan jika dia mau berbagi, tidak pelit dan menyediakan waktu untuk pada kadernya. Dia juga mau mendengarkan aa keinginan para kader sehingga bersifat sebagai pelayan. Pengaderan tidak hanya cukup dilakukan dengan perintah tetapi juga penularan pengalaman.
''M Nasir (Negarawan), dia mengajak M Roem hanya duduk dan melihat ketika dia beraktifitas. Bagaimana dia berdebat, bagaimana dia melakukan komunikasi itulah yang diperlihatkan kepada kadernya ini. Saya kira pengaderan sangat perlu untuk kelangsungan hidup sebuah organisasi karena banyak organisasi redup jika pemimpin utama sudah tidak ada. Ini menandakan jika pengaderan tidak sukses,'' katanya.
Dia juga banyak membicarakan loyalitas, filosofi sapu lidi hingga kerja sama yang dibangun oleh semut dalam menggapai sebuah tujuan. Sebuah organisasi juga ibarat rantai dengan semua pihak bisa terlibat dalam menggapai tujuan. Keberadaan rantai ini akan mempercepat apa yang menjadi keinginan atau tujuan utama. (feb) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...