USBN SMA Diwarnai Isu Kebocoran Soal

 
MALANG - Isu bocornya soal mewarnai pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMA yang digelar sejak Jumat lalu. Beberapa siswa di Kota Malang mengaku mendengar kabar tersebut. Ranadhani Akbar Ilmiawan, siswa SMAN 4 Malang kelas XII IPA G6 mengaku sama sekali tidak berminat dengan kabar tersebut. 
"Mempercayai jawaban yang belum diketahui kebenarannya tersebut hanya akan membuat belajar kita selama tiga tahun di SMA sia-sia. Juga akan memberikan pengaruh negatif saat nanti sudah masuk kuliah dan dunia kerja,” ujarnya.
Menurutnya, siswa yang mempercayai bocoran tersebut hanya akan menuai risiko bagi dirinya sendiri. Lebih baik percaya dengan kemampuan diri sendiri meskipun soal-soal USBN yang dikerjakan ada yang sulit.
“Kami tidak terpengaruh dengan adanya itu, yang terpenting belajar lebih giat lagi, insya Allah pasti bisa. Dan Alhamdulilah USBN dari hari pertama hingga hari kelima ini berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun,” paparnya.
Sementara Jihan Aziza, siswi SMA Islam Malang kelas XII IPA 4 dan beberapa temannya bahkan mendapatkan jawaban soal USBN. Namun ia tidak ikut menikmati jawaban soal yang tidak jelas dari mana asalnya meskipun ada sebagian soal bocoran tersebut keluar saat USBN.
“Agar tidak terlibat langsung menerima bocoran jawaban saya menghindari grup-grup tertentu. Saya tidak suka apabila ada kecurangan semacam itu, karena hanya merugikan apalagi belum tentu benar jawabannya, lebih baik usaha sendiri,” tegasnya. 
Menurutnya, USBN hari kelima kemarin dirasa lebih mudah dibandingkan soal-soal yang diberikan saat try out. Bahkan USBN Bahasa Inggris (22/3) kemarin baik soal listeningnya mudah dipahami dan juga narratornya pengucapannya sangat jelas.
Lain halnya dengan siswa, pihak sekolah membantah kabar bocornya soal USBN yang beredar tersebut. Pasalnya pihak sekolah sudah mewanti-wanti kepada seluruh siswa peserta USBN untuk tidak mempercayai segala macam kunci jawaban yang diterimanya.
Kepala SMAN 4 Malang Budi Prasetyo Utomo, M.Pd menegaskan, dalam pelaksanaannya, soal USBN bisa dikerjakan siswa ketika sudah masuk ke dalam sistem dengan menggunakan token yang didapatkan sekolah pada hari itu juga. Begitu pula dengan aplikasi dan materi yang digunakan langsung dari Provinsi Jatim, sehingga sangat kecil kemungkinannya terjadi kebocoran soal.
“Soal diterima sekolah H-1 sebelum pelaksanaan USBN, namun untuk membuka soal tersebut dibutuhkan token atau semacam password yang baru diterima pagi harinya. Sehingga begitu soal itu kami terima, kami tidak bisa membukanya,” kata Budi.
Sebelum pelaksanaan USBN, pihak sekolah juga sudah memberikan imbauan kepada seluruh siswa untuk selalu percaya dengan apa yang dikerjakan. Bahkan apabila benar menerima bocoran soal dan jawaban, siswa diminta untuk menganggap saja itu tidak cocok sama sekali dan percaya diri dengan apa yang dikerjakan.
Kepala SMA Islam Malang, Drs. Sularto, M.Pd, juga menampik adanya bocoran soal dan jawaban. Hal ini dikarenakan USBN dengan sistem komputerisasi sangat kecil kemungkinan bocor karena setiap anak mendapatkan varian soal yang berbeda yang tidak mungkin diberikan kepada anak lainnya.
“Belum tentu anak yang diberikan jawaban tersebut mendapatkan varian soal yang sama, sehingga kami menekankan belajar mandiri dan mempersiapkan diri sendiri khususnya untuk USBN,” pungkas Sularto.
Pelaksanaan USBN akan dilaksanakan hingga 4 April mendatang kemudian akan disusul UNBK. Ada 15 mata pelajaran yang diujikan pada USBN ini diantaranya Sejarah, Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, TIK, Mulok (Bahasa Jawa atau Bahasa Madura), Pendidikan Jasmani, Keterampilan (Bahasa Asing), Seni Budaya, dan Peminatan Sejarah. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...