SMPK Sang Timur Malang Gandeng Perusahaan Singapore


AWAL Tahun ajaran baru nanti, SMPK Sang Timur akan memanfaatkan tablet untuk pembelajaran. Seluruh siswa akan menggunakan perangkat IT tersebut selama berada di sekolah. Berbagai persiapan telah dilakukan sekolah. Bahkan Sabtu (24/3) hari ini sebanyak 13 guru akan mengikuti pelatihan di SDK Sang Timur Sidoarjo terkait pembelajaran berbasis digital IT.
Pembelajaran berbasis digital IT ini juga sekaligus bentuk kerja sama antara Yayasan Karya Sang Timur dengan Perusahaan Lohas Technology Ltd Silver Plate Singapore. Sebelumnya, para guru juga sudah mendapatkan pelatihan penggunaan power point yang lebih praktis dan menarik.
“Kami sangat antusias sekali ikut pelatihan penggunaan tablet ini, karena sebelumnya kamipun sudah mendapatkan pelatihan menggunakan power point, bagaimana supaya lebih menarik dan lebih praktis untuk media mengajar di kelas tanpa harus membuka satu per satu file yang ingin kami tampilkan di layar LCD,” pungkas Budi.
Wakil Kepala SMPK Sang Timur Malang, Budi Susilo, S.Pd, mengatakan, pembelajaran berbasis digital IT ini kemungkinan baru akan diterapkan awal tahun pelajaran baru. Untuk saat ini masih sebatas pembekalan dan pelatihan di tingkat guru saja.
”Persiapan kami hanya sebatas menyiapkan materi pembelajaran yang sudah kami kirimkan ke Yayasan Karya Sang Timur pusat. Selebihnya kami belum tahu secara jelas baik secara teknis atau penerapannya seperti apa nantinya belum tahu karena baru akan pelatihan besok ini,” ujar Budi.
Secara garis besar pelatihan yang diikuti para guru tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sekolah. Melalui berbagai kegiatan kompetitif, diharapkan kemampuan kompetensi guru melalui IT bisa meningkat. Dalam hal ini guru akan diberi pelatihan terkait penggunaan tablet sebagai media untuk menunjang proses belajar siswa seiring perkembangan literasi teknologi saat ini. Selain itu, dengan memanfaatkan IT, guru juga bisa makin kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran. Sehingga belajar menjadi lebih menyenangkan.
Agar tablet tidak dipakai untuk bermain game, sekolah juga akan melakukan pengawasan. Misalnya dengan membatasi akses internet.
“Tablet yang digunakan nantinya sistemnya offline, siswa tidak bisa mengakses internet. Sehingga mereka tidak bisa bermain game atau membuka akses yang tidak ada kaitannya dengan pelajaran,” tegasnya.
Intinya, lanjutnya, dengan menggunakan tablet bisa membantu siswa untuk pembelajaran. Termasuk akan memudahkan guru dalam melakukan penilaian. Dengan demikian, pemanfaatannya tepat guna dan tidak keluar dari materi-materi mata pelajaran. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :