Identik IKIP, UM Tak Diminati di Daerah


MALANG - Semangat menasional diusung dalam program UM Back to School. Sebanyak 118 mahasiswa telah diseleksi untuk menyukseskan program perdana tersebut. Mereka akan disebar ke 10 provinsi di Indonesia untuk mengenalkan almamaternya.
“Kenapa mahasiswa di daerah tidak tertarik ke UM, karena yang mereka tahu UM hanya mendidik calon guru. Padahal, tidak hanya pendidikan tapi juga ada non pendidikan seperti teknik yang perlu dikenalkan kepada masyarakat,” ujar Wakil Rektor IV UM, Prof Dr I Wayan Dasna MSi MEd kepada Malang Post dalam acara pembekalan di Aula Lantai 9 Rektorat UM, kemarin.
Dia melanjutkan, program ini adalah tahun pertama sebagai upaya untuk menyosialisasikan ke daerah sehingga UM bisa lebih dikenal. Sebab, selama ini yang terbanyak studi di UM adalah mahasiswa dari provinsi Jawa Timur.
“Mahasiswa dari Jawa Timur sendiri prosentasenya 60% dibanding di luar Jawa. Kami punya mahasiswa NTT dan Riau tapi masih sedikit, sehingga diharapkan dapat meningkat. Kalau punya mahasiswa di setiap daerah jadi kampus menasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Rektor 3 UM, Dr Syamsul Hadi M.Pd M.Ed juga menyampaikan program ini mampu mengedukasi mahasiswa yang ditunjuk untuk mengenalkan kegiatan kemahasiswaan UM. Tentu tujuannya untuk mengembangkan potensi mahasiswa khususnya potensi yang tidak diperoleh di bangku kuliah. Dia mengungkapkan pentingnya mahasiswa meningkatkan potensi soft skill.
“Di era zaman now, soft skill dikembangkan lewat kegiatan kemahasiswaan. Penting juga untuk mengenalkan UKM kepada siswa daerah karena mereka akan lebih terasah dengan banyak kegiatan,” tandasnya.
Mahasiswa yang ditunjuk ini sebelumnya telah melewati proses seleksi ketat. Sebanyak 24 peserta yang lolos dari 427 pendaftar, kemudian ditambah dengan 49 mahasiswa yang diseleksi dari tiga fakultas yakni FIP, FMIPA, dan FS, serta 45 mahasiswa dari program transfer kredit ke UM. Sehingga total 118 mahasiswa pilihan yang nantinya akan mengedukasi dan kembali ke daerah. Mereka dijadwalkan mampu mengedukasi ke lima sekolah selama tiga hari. Terdapat 10 provinsi tujuan seperti NTB, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, NTT, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jakarta. Sesuai jadwal, mereka akan berangkat pada 26 Maret dan menyelesaikan tugas pada 5 April.
Salah satu mahasiswa terpilih, Eunike Benu, mengaku bersaing secara ketat dalam seleksi ini. Setidaknya, dari 16 pendaftar, dia bersama dua orang lainnya terpilih untuk mengedukasi tiga tempat di TSS Kabupaten NTT.
“Sebelum pembekalan, sudah melalui dua tahap seleksi termasuk seleksi pemaparan. Pemaparan tersebut terkait dengan sebagaimana mahasiswa memahami UM. Saya juga ingin mengedukasi bahwa UM tidak hanya untuk profesi guru saja dan semoga banyak yang bergabung nantinya,” tutup mahasiswa semester empat Fakultas Ilmu Pendidikan jurusan PLB UM. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :