Ciaat, Siswa SMK PGRI 3 Beraksi Hajar Penjahat


MALANG – Alun-alun Kota Wisata Batu (KWB) pagi kemarin berubah jadi ajang laga. Ratusan pendekar dari berbagai perguruan beraksi di sana. Ada dari Pencak Silat, Tarung Derajat, Tae Kwondo dan Funa Khosi. Mereka adalah para siswa SMK PGRI 3 Malang yang sedang menggelar atraksi bersama. Agenda latihan gabungan beladiri ini adalah kali keenam digelar.
Satu-persatu perguruan bela diri mempertontonkan aksinya yang juga disaksikan sebagian warga kota Batu. Salah satunya, perguruan bela diri tarung derajat yang menunjukkan jurus pembukaan. Tidak hanya itu, mereka juga menunjukkan contoh peristiwa saat seorang wanita menghadapi situasi yang membahayakan.
Beberapa siswa berperan menjadi penjahat dengan kostum hitamnya, sementara salah satu siswi perguruan tarung derajat yang ahli bela diri melakukan jurus penangkisan hingga balik menghajar penjahat lainnya.
Tidak hanya atraksi saja, sebagai perwujudan taat lalu lintas, SMK PGRI 3 Malang juga menyumbangkan sejumlah helm kepada Satlantas kota Batu.
“Pentingnya bela diri bagi siswa adalah pembentukan mental jiwa dan raga yang tertata lewat bela diri,” ujar Kepala SMK PGRI 3, M Lukman Hakim ST kepada Malang Post kemarin.
Lukman melanjutkan, selain memiliki sifat dewasa, siswa secara tidak langsung akan terdidik dengan  sikap sopan santun serta mampu menjaga diri. Sehingga pihak sekolah tidak akan khawatir dengan maraknya perkelahian antar pelajar. Sebab mereka sudah terbentengi dengan ilmu perguruan tinggi yang baik tersebut. Perguruan bela diri ini masuk dalam mulok wajib yang harus siswa ikuti dan sampai saat ini dinilai berprestasi mulai dari tingkat daerah hingga internasional. “Setiap tahun memang bela diri memunculkan atlet berprestasi. Dari 400 prestasi yang diraih SMK PGRI 3, terdapat 100 diantaranya adalah sumbangan dari kompetisi bela diri ini,” bebernya.
Selain pertujukan bela diri, SMK PGRI juga menampilkan kreasi baru lomba PBB berupa kreativitas atraksi dengan permainan tradisional. “Era sekarang, sudah banyak anak yang meninggalkan permainan tradisional. Jadi dengan gelaran seperti ini dikemas dengan permainan tradisional, seperti gobak sodor,” tandasnya.
Sebagai wujud kolaborasi antara SMK PGRI 3 Malang dengan Pemkot dan Polres Batu, pihaknya juga turut andil dalam program taat berlalu lintas. SMK PGRI 3 Malang aktif berperan dalam sosialisasi imbauan berkendara yang dilakukan di wilayah Batu dan Kasembon. Selain iu, setiap enam bulan sekali juga rutin menyumbangkan sejumlah helm kepada Polresta Batu. “Hari ini kami juga menyumbangkan 15 helm yang nantinya dapat disalurkan Satlantas Batu kepada warga yang helmnya tidak standart dan kegiatan ini dilakukan rutin enam bulan sekali,” tuturnya.
Ketua bidang pendidikan Dharma Wanita kota Batu, Abu Sofyan juga mengapresiasi kegiatan SMK PGRI 3 Malang. Kegiatan ini dapat mengenalkan pendidikan bela diri di SMK PGRI 3 kepada warga Batu. Mengingat siswa SMK disiapkan untuk kerja, maka kegiatan ini sangat bermanfaat melatih mandiri dan percaya diri siswa. “Di Batu sendiri, kami juga getol menyosialisasikan pendidikan SMK bagi yang siap kerja dan banyak juga peminatnya,” pungkasnya.
Usai setiap perguruan bela diri menampilkan atraksinya, 2000 siswa dari kelas X dan XII kemudian melakukan lari cepat sejauh 10 km yang dimulai dari depan alun-alun kota Batu dengan bersemangat. Sebelumnya, Kasatlantas Polres Batu, AKP Ari Galang Saputro memberi arahan dan imbauan kepada siswa untuk tetap menjaga keamanan dan patuh dalam berlalu lintas. Sebab, terdata di seluruh Indonesia terdapat 5000 lebih kasus lakalantas. (mg3)     

Berita Terkait

Berita Lainnya :