Ilmu Nyontek Penting dalam Bisnis


MALANG - Sekretaris Jendral Aspelindo Budiyanto membagikan tips bagaimana cara memulai usaha sedini mungkin. Ia juga menekankan, bahwa belajar bisnis tidak hanya dapat dilakukan di bangku kuliah, namun juga di dunia nyata secara lebih luas.
"Jika yang bukan sarjana saja bisa menjalankan bisnis dan usaha apalagi mahasiswa yang telah ditempa selama empat tahun tentang teori dan praktek bisnis,"ujarnya dalam acara Seminar dan Diskusi Nasional 2018 Simposium Regional Jawa Timur, Sabtu (24/3) di Aula teknik GKB 3 UMM.
 Lebih lanjut Budiyanto juga menjelaskan empat langkah yang perlu ditempuh untuk mempunyai badan usaha sendiri. Yang pertama yaitu menyusun perencanaan, kedua meluaskan jaringan karena setiap usaha pasti butuh networking dan yang ketiga konsisten serta pantang menyerah. Budiyanto juga mengingatkan para mahasiswa untuk tidak berlama-lama dengan proses yang tidak dipahami.
"Selain itu, amati, tiru dan modifikasi perusahan-perusahan yang terkait dengan usaha yang sedang dibangun. Kita lihat Cina, mobil dan teknologi apa yang tidak bisa mereka buat. Semua bisa dan itu ilmunya dari ilmu nyontek semua,” tukasnya.
Tak lupa Budiyanto berpesan kepada para peserta yang hadir agar terus berupaya turut mensukseskan orang lain saat menjalankan bisnis.
“Kalau orang ingin berkembang maka kembangkanlah orang lain. Jika ingin menjadi hebat, maka buatlah orang lain menjadi hebat,” simpulnya.
Acara bertajuk Meneropong Arah Pembangunan Jawa Timur ini dihadiri sederet tokoh-tokoh di Jawa Timur (Jatim). Mereka adalah Staf Ahli Bidang Sosial dan Pengentasan Kemiskinan Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Rahma Iryanti, Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sally Atyasasmi, Sekretaris Jendral Asosiasi Pengusaha Industri Limbah Indonesia (Aspelindo) Budiyanto dan Dosen Manajemen FEB UMM Wiyono.
Megi Prima Yudha mahasiswa Program Studi Manajemen FEB UMM yang juga  ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran untuk mencetuskan gagasan ekonomi dalam lingkup Jatim guna mengurangi ketimpangan ekonomi.
“Harapannya setelah acara ini usai, peserta mampu mengangkat permasalahan setiap daerah dan bisa memberikan pandangan bagi pemerintahan untuk mengambil kebijakan,”urainya. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :