Wow, Pemasukan SMKN 2 Capai Rp 1,5 M


MALANG – Resmi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sejak November lalu, SMKN 2 Malang semakin mantap mengembangkan bidang kewirausahaan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sejak menjadi BLUD, semua pemasukan sekolah menjadi satu pintu sehingga omzet yang dihasilkan mencapai kurang lebih Rp 1,5 miliar.
Dari total omset yang diterima, Edotel SMKN 2 Malang menjadi sumber pemasukan paling tinggi. Rata-rata omset yang diterima sekitar Rp 60 juta – Rp 75 juta setiap bulannya. Angka ini akan terus meningkat saat musim liburan tiba atau meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Malang.
Kepala SMK N 2 Malang, H. Bagus Gunawan, S.Pd, M.Si, menuturkan, Edotel berkapasitas 22 kamar terbagi menjadi beberapa tipe seperti standar, deluxe, superior, sweet, dan family room. Menurutnya, hotel ini peruntukannya bukan sebagai bisnis, melainkan sarana siswa untuk praktik langsung sehingga dari segi harga sangat murah.
“Selain harga yang jauh lebih murah, pelayanan kami juga sangat maksimal sehingga banyak pendatang dari luar kota yang ke sini. Apalagi saat liburan dan saat wisuda, kami bahkan sampai menolak,” ujar Bagus.
Berkat unit bisnis yang potensial ini, lanjutnya, sekolah mencatat omzet tertinggi se-Jawa Timur. Diantara 20 SMK yang ditunjuk sebagai BLUD, SMKN 2 terbaik. Selain Edotel, SMKN 2 memiliki banyak unit-unit produksi mulai jasa laundry, breakfast, catering, kantin, café, serta TSA (Taman Sosialisasi Anak) dan Aula Student Center Pertamina yang menjadi pemasukan tertinggi setelah Edotel.
Pada tahun 2019 mendatang, SMKN 2 Malang mentargetkan omzetnya terus meningkat hingga mencapai Rp 2 miliar. Sedangkan pada tahun 2020, omzet yang ditargetkan yakni Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar setahun.
“Dengan adanya peningkatkan omzet diharapkan beban masyarakat semakin hari semakin berkurang, khususnya bagi siswa SMKN 2 Malang. Misalnya saja, apabila target yang dicapai terpenuhi, SPP siswa yang ditetapkan provinsi bisa turun. Misalnya dari Rp 160.000 mungkin bisa jadi tinggal Rp 100. 000,” papar Bagus.
Melalui BLUD ini, lanjutnya, sekolah memiliki payung hukum untuk mengelola sendiri keuangannya. Sekolah pun memiliki hak mempergunakan pendapatan tersebut untuk berbagai keperluan dalam rangka pengembangan sekolah. Selain itu juga, bisa bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, meringankan beban masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan guru dan karyawan.
“Kita berhak memberikan gaji kepada karyawan-karyawan yang produktif. Misalnya teman-teman yang menangani Edotel, laundry, kantin dan lain-lain. Karyawan yang dimaksud ini adalah orang-orang yang ada di dalam sekolah melaksanakan produksi untuk kepentingan dan hasil produksi,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :