Modifikasi Telur dan Tepung untuk Anak Autis


MALANG – Berawal dari keprihatinan terhadap penyandang autis, dua dosen pengajar di ITN tergerak untuk membuat dua macam suplemen makanan yang memiliki khasiat penyembuh alami secara bertahap. Suplemen makanan pertama, terbuat dari modifikasi tepung singkong diekstraksi dengan pagagan (ginko biloba). Tidak puas dengan uji coba pertama, maka keduanya membuat suplemen berikutnya terbuat dari telur yang dimodifikasi dengan ekstrak pagagan (ginko biloba).
“Selama ini, anak autis banyak dibatasi untuk mengonsumsi makanan. Sehingga kami mencari alternatif lain berupa suplemen makanan agar mereka tidak terbebani harus mengonsumsi itu,” ujar Dra Siswi Astuti MPd kemarin.
Dia melanjutkan, penyandang autis itu bukan tidak dapat disembuhkan. Mereka dapat disembuhkan dengan cara diet bebas gula dan gliten serta diikuti diet-diet yang lain. Tubuh mereka rentang dengan mikroba, sehingga dibutuhkan suplemen yang dapat menurunkan mikroba dalam tubuh mereka.
“Akhirnya kami menginisiasi pembuatan tepung dari singkong yang difermentasi dengan zat kimia tertentu,” ungkapnya.
Dosen teknologi bahan makan ini membeberkan, meski tepung singkong aman bagi penyandang autis tapi kandungan protein didalamnya cukup rendah. Sehingga dalam mengoptimalkan fungsinya sebagai penambah energi, tepung mokaf ini diekstraksi dengan pagagan. Kandungan tritopenoid yang diambil dari pegagan tersebut.
Pagagan, atau yang akrab dikenal dengan ginko biloba memiliki khasiat yang luar biasa dalam merevitalisasi pembuluh darah.
“Tepung mokaf dengan ekstraksi pagagan, tidak hanya digunakan untuk bahan makanan saja tapi juga berkhasiat menurunkan stress dan depresi karena kandungannya yang mampu melancarkan pembuluh darah ke otak,” tandasnya.
Penelitian yang dimulai pada 2014 tersebut, akhirnya mendapat hak paten. Penyandang autis yang diteliti adalah kategori rendah sampai menengah. Hasil akhir dibuktikan dengan suplemen yang ditujukan kepada enam anak autis untuk dikonsumsi rutin selama enam bulan penelitian pada 2016 lalu. “Dari awalnya mereka yang tidak terkontrol hingga menyakiti diri sendiri, setelah rutin mengonsumsi suplemen ini, akhirnya berangsur membaik hingga mendekati normal,” tuturnya.
Tidak berhenti pada suplemen dari tepung singkong saja, suplemen baru juga diciptakan dari telur organik yang diekstraksi dengan pagagan. Telur merupakan sumber protein yang memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina kepada penyandang autis. Ekstraksi ini kemudian dikemas ke dalam kapsul yang dapat dikonsumsi secara rutin sekali setiap hari. “Meski dapat dikonsumsi setiap hari, tapi dosis perlu diperhatikan. Setelah hari keenam, penyandang autis harus memberi jeda untuk mengonsumsi kapsul. Sehingga sehari tidak boleh diminum,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...