Siswi MI Al-Huda ke SMO Singapura


MALANG – Siswa MI Al-Huda Aliza Dzakiyyah Fathimah Az Zahra menjadi wakil Indonesia di ajang kompetisi Singapore Mathematical Olympiad (SMO) 2018. Setelah sukses berkompetisi di tingkat nasional pada bulan Februari lalu, Aliza siap bersaing di tingkat internasional. Ia merupakan satu-satunya peserta SMO tingkat SD/MI dari Kota Malang.
Ditemui Malang Post, Aliza mengatakan, keberhasilannya melaju ke babak final di Singapura merupakan hal yang tak disangkanya. Ia menilai kemampuannya di babak kualifikasi tidak ada yang istimewa.
“Ya gak nyangka saja. Tapi saya akan melakukan yang terbaik untuk babak final di Singapura,” ucapnya.
Putri pasangan Sandy Setyadi dan Anugraheni Agustin ini tentu saja membanggakan MI Al-Huda atas prestasinya. Kompetisi hingga ke luar negeri kali ini sebagai pengalaman pertama kalinya bagi siswa. Dalam hal ini, Aliza sangat didukung oleh orang tuanya yang begitu antusias mendukung putrinya hingga lolos ke tingkat internasional.
SMO merupakan ajang kompetisi matematika yang digelar oleh Turangga Institute. Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari semua jenjang pendidikan. Mulai SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Babak kualifikasi dilaksanakan Bulan Februari lalu di tingkat Rayon. Dilaksanakan secara serentak di 5 Kota/Kabupaten seluruh Indonesia.  
Nilai-nilai peserta dari hasil babak kualifikasi SMO ini, dikategorikan menjadi empat. Yaitu gold, silver, bronze dan participant. Hanya kategori gold dan silver yang berhak melaju ke babak final di Singapura.  Untuk peserta dari tingkat SD, satu siswi MI Al-Huda, Aliza Dzakiyyah Fathimah Az Zahra, menjadi salah satu peserta yang lolos ke babak final dengan kategori gold.     
Ahmad Afifuddin, S. Pd selaku kepala MI Al-Huda merasa senang akan prestasi siswanya tersebut. Apalagi kali ini merupakan kompetisi ajang internasional yang cukup bergengsi. Ia mengatakan, meskipun pada awalnya Aliza mendaftar secara mandiri, namun pihaknya akan melakukan pendampingan sebagai persiapan ke babak final.
Bimbingan oleh guru secara personal, akan lebih diintensifkan agar Aliza menjadi lebih siap dari segi mental dan kemampuan akademiknya. “Pendampingan akan kita lakukan sebagai upaya untuk mendukung siswa kami hingga pelaksanaan babak final nanti,” katanya.
Meskipun demikian, Afif tidak memasang target terlalu jauh. Mengingat kompetisi ini baru pertama kalinya diikuti. Baginya, pengalamanlah yang paling penting untuk beranjak ke prestasi yang lebih baik lagi di waktu yang akan datang. “Soal juara itu bukan yang utama bagi kami. Yang penting adalah pengalaman berkompetisi, apalagi untuk keluar negeri baru pertama kalinya bagi Aliza,” tuturnya.
Afif menilai, siswi kelas V ini, merupakan salah satu siswi MI Al-Huda yang memiliki prestasi cemerlang. Ia juga tergabung dalam kelompok kelas olimpiade. Setiap Hari Jumat kelas tersebut mendapat pembinaan dua tentor dari Universitas Negeri Malang. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan siswa terhadap materi-materi olimpiade. Baik bidang Matematika, IPA maupun IPS. “Kelas ini pun kami pisah menjadi dua kelompok sesuai tingkat pemahaman siswa pada materi,” tambahnya. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :