Empat Bulan Raup Rp 65 Juta


MALANG – SMKN 4 Malang tahun ini menargetkan capaian omzet hingga Rp 220 juta dari sekitar 15 unit produksi yang dimilikinya. Empat bulan berjalan sejak ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), total pandapatan sekolah yang sudah diterima mencapai Rp 65 juta.
Salah satu unit produksi yang menjadi penyumbang terbesar yakni kantin sekolah dengan pendapatan sebesar Rp 5 juta per bulan. Saat ini hanya ada beberapa yang sudah beroperasi optimal, apabila semua beroperasi total bisa mencapai 21 stand.
Kepala SMKN 4 Malang, Dr. H. Wadib Su’udi, MM, mengatakan, pendapatan yang diterima dari beberapa unit produksi ini belum bisa maksimal karena masih ada unit produksi lain yang belum beroperasi.
“Seperti halnya kami memiliki persewaan drone, namun drone tersebut belum datang. Kemudian guest house kami masih dalam proses renovasi sehingga yang beroperasi hanya ada 3 saja dari rencana total 22 kamar,” tutur Wadib.
Tahun ini SMKN 4 Malang masih melakukan proses pengembangan berbagai fasilitas diantaranya hall dan lobi untuk layanan. Lobi ini diperuntukkan dalam lobi layanan produksi dan jasa BLUD dan lobi akademik SMKN 4 Malang.
Unit produksi yang dimiliki SMKN 4 Malang meliputi jasa pembuatan aplikasi/ perangkat lunak, digital printing, cetak offset, cetak saring, cetak tinggi, desain setting, jilid kemas, mobil bekas, multimedia, persewaan, seni rupa dan kriya, serta teknologi jaringan. Apabila unit produksi beroperasi semua diperkirakan omzet yang diperkirakan akan tercapai.
“Di awal pelaksanaan BLUD ini kami ingin mengembangkan serta memaksimalkan terlebih dahulu unit produksi yang kami miliki dengan memperkenalkan layanan yang ada ke masyarakat luas. Kalau sudah dikenal tentu akan mendongkrak penjualan dan pendapatan kami,” terang Wadib.
Semenjak menjadi BLUD, SMKN 4 Malang banyak mengalami perubahan terutama di bidang Teaching Factory (TEFA), yang mulanya belum berjalan maksimal kini sudah mampu beroperasi. Selain itu dari segi hukum, SMKN 4 Malang memiliki payung hukum untuk mengembangkan kewirausahaan sekolah.
Apabila terpenuhi target omzet, maka pendapatan BLUD ini akan dipergunakan untuk lima keperluan. Yaitu maintenance repair, kesejahteraan, pembelian peralatan internet, pembuatan tempat pembayaran listrik, dan pengembangan tempat usaha.
“Tentunya kami sangat berharap targetnya terpenuhi, dan setiap tahunnya omzet selalu meningkat. Sehingga kami pun bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...