SMPN 2 Populerkan Bank Sampah


MALANG - Program bank sampah di lingkungan sekolah terus dipopulerkan. Kini giliran SMPN 2 Malang memaksimalkan Bank Sampah Satwimaba (Basamba) sebagai upaya meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
Bila sebelumnya siswa menabung sampah di Bank Sampah Kota, kini sekolah sudah menyediakan sendiri. Sehingga menabung sampah menjadi lebih mudah dan menyenangkan.
Para siswa mendapat giliran membawa sampah dari rumah seminggu sekali dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kelas VII menabung sampah pada Senin, kelas VIII Selasa, dan kelas IX pada Rabu. Setiap kelas pun memiliki petugas menimbang dan mencatat sendiri sehingga lebih terorganisir.  
Siswi kelas IX G, Berliyana Indah mengungkapkan, dengan adanya Basamba di sekolah sendiri menambah semangatnya menabung sampah, mendapatkan uang, sekaligus mengurangi sampah yang berserakan. ”Basamba banyak memberi manfaat untuk lingkungan sekitar sehingga sampah tidak berserakan. Kemudian uang yang kami dapatkan dari bank sampah ini bisa untuk menambah pemasukan kelas,” ungkap Berlin, sapaan akrab Berliyana Indah.
Pendapatan siswa dari bank Sampah ini akan masuk kedalam rekening kelas sehingga pemasukan jadi satu. Nantinya pendapatannya akan digunakan untuk berbagai keperluan kelas serta untuk melengkapi fasilitas kelas. Misalnya kalender, jam dinding dan berbagai kebutuhan lainnya.
Untuk menyamaratakan sampah yang dibawa dari rumah, setiap kelas sepakat  membawa sampah yang sama dengan jumlah dan ukuran yang sama pula. Misalnya setiap siswa wajib membawa kertas bekas 1 kg, dua botol bekas ukuran sedang atau kardus. Sampah yang dibawa akan selalu berganti setiap minggunya.
”Sejak ada Basamba lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, karena sampah anorganik yang ada di lingkungan sekolah selalu dibawa ke Basamba. Sedangkan sampah organik juga akan diolah menjadi kompos,” kata Berlin.
Sejak diresmikan hingga kini, Basamba sudah mengumpulkan banyak tabungan sampah baik kertas bekas, koran bekas, kardus atau botol. Semua sampah ini nantinya akan diangkut oleh Bank Sampah Kota Malang. Saat ini sampah yang terkumpul diperkiran sudah mencapai lebih dari satu kwintal.
Kepala SMPN 2 Malang, Sri Nuryani, M.Pd, menambahkan, Basamba merupakan sarana tambahan untuk siswa belajar secara kontekstual. Basamba diarahkan untuk pencapaian visi sekolah yang membangun siswa menjadi unggul dalam imtak, imtek, karakter, dan peduli lingkungan.
”Tujuan kami menambahkan Basamba sebagai sarana belajar siswa ini yakni agar kepedulian siswa terhadap lingkungan khususnya sampah semakin kuat, kemudian diharapkan mereka punya pemikiran bahwa sampah itu ternyata juga bisa menghasilkan uang,” tegas Sri.
Data sampah yang masuk dan ditimbang akan didata, setiap kelas wajib membuat grafiknya. Data dan grafik ini kemudian diserahkan kepada guru Matematika untuk digunakan sebagai bahan pembelajaran. Yang terakhir data akan dianalisa saat mata pelajaran IPS.
Data yang diperoleh sekaligus dijadikan bahan diskusi di kelas. Apabila jumlah sampah naik setiap minggunya dicari apa penyebabnya dan bagaimana solusinya. Sedangkan jika data menunjukkan penurunan dapat disimpulkan bahwa siswa sudah mampu mengurangi penggunaan bahan-bahan yang mengandung sampah anorganik. (mg7/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...