Softskill Wajib Dimiliki Pekerja Tambang


MALANG - Ada  hal penting dalam pelaksanaan Basic Mechanical Course (BMC) tahap 1 ini. Selain peserta  mendapatkan pembekalan pembinaan mental & fisik (Bintalsik), kemampuan professional dalam bidang mekanik pertambangan di Poltekom. Yang tak kalah penting adalah  kemampuan softskill dan kemampuan berbahasa Inggris bagi setiap peserta.
Ini sejalan dengan penelitian Stanley PhD, yang menyatakan 100 indikator orang sukses ditentukan oleh kejujuran, kedisiplinan, kemampuan interpersonal, dukungan pasangan hidup dan baru yang kelima adalah hard skill.
Demikian disampaikan Dr. Isnandar M.T, Direktur Politeknik Kota Malang (POLTEKOM)  dalam upacara penutupan Pendidikan Bintalsik dan Program BMC  ke 1 kerja sama dengan perusahaan pertambangan PT. SIS (Sapta Indra Sejati)  di aula Mako Rindam V Brawijaya, Kamis (29/3) lalu.
“Jadi softskill menjadi hal yang penting dimiliki seorang pekerja jika ingin sukses,” jelasnya dirilis Humas Poltekokom.
Mantan Pembantu Rektor  IV UM ini menambahkan, PT. SIS adalah perusahaan tambang yang memiliki reputasi internasional. Oleh karena itu peserta BMC juga didrill khusus tentang ketrampilan berbahasa asing selama mengikuti program BMC tiga bulan.
Dalam paparannya ia juga mengungkapkan, menurut Trilling untuk meraih sukses di abad 21 seorang pekerja professional harus membekali dirinya dengan sejumlah kemampuan softskill seperti kritis (critical thinking), kreatif (creative thinking), komunikasi yang baik (communication skill) dan ketrampilan bekerja sama (collaboration skill).
“Dengan modal 4 pilar ini saya yakin anda sekalian akan sukses,” lanjutnya.
Denny Sagita Setyawan, Dept Head Plant People Dev PT. SIS menyatakan, usai penutupan BMC tahap 1 dilanjut BMC tahap 2.  Jika tahap 1 diikuti 56 peserta level staf (lulusan SMK) maka tahap dua ini untuk 20 orang kategori grup leader dari lulusan D3 dan 40 orang lulusan SMK.
“Pesertanya dari seluruh Indonesia,” tutupnya. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...