Banyak Penelitian Belum Bermanfaat untuk Masyarakat

 
MALANG - Publikasi ilmiah yang sudah sangat bagus di Indonesia, belum dibarengi dengan implementasi di masyarakat. Teknologi yang dihasilkan perguruan tinggi belum disinergikan dengan industri sehingga tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dekan FMIPA UM Dr. Markus Diantoro, M.Si menuturkan, penerapan Iptek untuk masyarakat menjadi PR besarnya saat ini. Untuk itu, pihaknya saat ini mulai melakukan penjajakan kerja sama dengan industri dalam rangka menerapkan Iptek bagi masyarakat.
Ia menyebutkan, beberapa riset  yang sudah dikembangkan diantaranya rumput laut untuk pasta gigi, nano silika untuk kosmetika dan makanan, bakteri untuk pembersih air dan masih banyak lagi. Ke depannya, lajut dia, FMIPA UM kan terus mengembangkan penelitian yang lebih mengarah kepada implementasi. “Kalau bisa penelitian sains kami diimplementasikan dan dijadikan produk. Itu belum terlaksana, nanti akan kami upayakan. Agar dunia akademik turut membantu mengembangkan teknologi,” bebernya.
Lebih jauh Markus menuturkan, sains Indonesia di dunia akademik sudah semakin berkembang. Hal ini ditandai dengan meningkatnya publikasi di dunia akademik.Terlebih,  kata dia, meningkatnya dana penelitian dari pemerintah juga merupakan indikator penting perhatian pemerintah guna mendorong sains lebih maju. 
“Pemerintah sekarang juga semakin maju. Dana hibah penelitian pun juga semakin banyak dan bertambah. Saya juga senang dengan perhatian pemerintah atas hal ini,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, publikasi ilmiah yang sudah gencar belum dibarengi dengan implementasi di masyarakat. 
“Kita tahu distribusi perkembangan sains beum merata di Indonesia, untuk aplikasi ke masyarakat belum signifikan, meskipun sudah ada beberapa yang sudah masuk paten dan industrialisasi dalam skala terbatas,” kata dia.
Ia membeberkan, Pemerintah ingin mencontoh keberhasilan negara maju dalam mendorong sains ke pemanfaatan bagi masyarakat. Misalnya adanya Pusat Unggulan Inovasi (Pusat Unggulan Iptek).
“Di UM sudah mulai digarap PUI melalui dua kelompok, Rintisan Pusat riset menuju PUI bidang Pendidikan dinamakan Pusat Inovasi Pembelajaran, dan Pusat Riset Material Maju untuk Energi,” pungkasnya. (sin/oci)

Berita Lainnya :