Tahun Ini, 1.894 Siswa Kota Malang Sukses Tembus PTN

 
MALANG - Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan dua jalur penerimaan yang paling diidamkan siswa. Tahun ini, SMA Negeri di Malang mencatat prestasi yang cukup bagus dalam mengantarkan siswanya ke PTN. Sejumlah sekolah bahkan sukses mengantar 90 persen lebih siswanya. Di SMAN 3, dari 263 siswa, 260 orang sukses menembus SNMPTN dan SBMPTN. Dilihat dari segi jumlah, SMAN 1 adalah yang terbanyak meloloskan siswa di jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun ini. Dari 350 siswa, sebanyak 290 orang diterima PTN.Disusul SMAN 4 dari jumlah siswa 313 diterima PTN 272, dan SMAN 5 jumlah siswa 349 diterima PTN 272. Masing-masing sekolah mempunyai strategi untuk menyukseskan penerimaan mahasiswa baru di PTN dan Instansi Kedinasan.
SMAN 1 menggunakan metode pemetaan sejak kelas XI. Guru Bimbingan Konseling SMAN 1 Agus Salim MPd, mengatakan, pemetaan ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa. Jadi ketika mereka memasuki pemilihan jurusan tidak bimbang bingung atau ragu.
"Pemetaan bukan membedakan tapi lebih mengelompokkan. Bagi mereka yang suka dengan sains akan digembleng sains di awal. Ketika penjurusan mereka tidak salah pilih, jadi nilai bagus," kata Agus. 
Di SMAN 6 Malang, tahun ini hanya ada 45 siswa yang diterima melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN. Pasalnya, sekolah belum memerpanjang akreditasi karena kuota yang disediakan Badan Akreditasi Sekolah terbatas,  
“Karena kuota akreditasi yang terbatas itulah kami baru bisa akreditasi di tahun ini. Jujur, itu sangat merugikan kami. Sudah kami analisa dan evaluasi, insha Allah untuk tahun ini akreditasi kami A,” ungkap   Drs. Hariyanto, M.Pd, Kepala SMAN 6 Malang. 
Padahal di tahun lalu dengan akreditasi A, jumlah siswa SMAN 6 Malang yang diterima melalui dua jalur tersebut terhitung banyak. Dan dengan akreditasi yang belum terpenuhi ini, SMAN 6 Malang hanya dapat mengirimkan lima persen siswanya untuk mendaftar melalui jalur SNMPTN. Padahal tahun lalu, dengan akreditasi A, 50 persen terbaik siswa kelas XII dapat mendaftar di jalur tersebut. 
Namun, kekecewaan tersebut sedikit banyak terobati dengan banyaknya siswa yang dapat melanjutkan jenjang pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Swasta, Kedinasan, TNI maupun Polri.
“Awal Juni kemarin divisitasi asesor, nilai akreditasinya kemungkinan di bulan September dan Oktober ini,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, akreditasi sekolah menjadi penentuan dalam prosentase jumlah siswa yang dapat mendaftar SNMPTN. Sekolah dengan akreditasi A, dapat mendaftarkan sebanyak 50 persen siswa terbaiknya melalui jalur ini. Sekolah dengan akreditasi B memperoleh kuota 30 persen, sekolah dengan akreditasi C dapat mendaftarkan 10 persen siswa terbaiknya, sedangkan yang belum terakreditasi, siswa yang dapat mendaftar di jalur ini yakni hanya yang memiliki nilai lima persen terbaik di sekolahnya.
SMAN 7 Malang mencatat jumlah siswa yang diterima di PTN melalui jalur SNMPTN sebanyak 36 siswa, dan jalur SBMPTN sebanyak 33 siswa. Sedangkan di SMAN 8 Malang, tercatat 190 siswa yang melanjutkan ke PTN melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, dengan universitas Brawijaya menjadi kampus yang paling banyak dituju oleh siswa.
“Namun, angka tersebut dipastikan masih dapat bertambah mengingat hingga saat ini,  ada 60 siswa atau sekitar 18,52 persen dari jumlah siswa SMAN 8 Malang yang baru saja lulus, yang belum menyetorkan data mereka,” kata Srimurti, Koordinator Guru Bimbingan Konseling SMAN 8 Malang. 
Sementara itu, Kepala SMAN 9 Malang, Abdul Tedy, mengatakan untuk tahun ini jumlah siswa yang diterima di melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN berjumlah 201, dan melesat jauh  dibandingkan dengan jumlah tahun lalu yakni sebanyak 150 siswa.
“Alhamdulillah untuk tahun ini meningkat dengan pesat, dan harus terus bertambah di tahun berikutnya,” kata Tedy.
Dari 180 siswa lulusan SMAN 10 Malang yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri tahun ini, sebanyak 127 masuk melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN.
“Ada juga yang masuk ke STAN sebanyak 7 orang dan masuk melalui jalur mandiri 45 orang,” ungkap Kepala SMAN 10 Malang, Dwi Lestari. (mg19/oci)

Berita Lainnya :