Gandeng Yamaha, 70 Persen Siswa Terserap Kerja


MALANG - Kelas industri Yamaha menjadi salah satu program andalan di SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang. Kelas ini cukup istimewa, karena kegiatan belajar mengajar dikolaborasikan sekolah dengan menyesuaikan standar yang telah ditentukan oleh industri. Tidak hanya dari segi materi, guru yang berkecimpung dalam kelas industri ini juga mengikuti training industri.
Kepala SMK Muhammadiyah 1 Malang, Drs. Arif Efendi, mengatakan, kelas industri sudah sejak lama dirintis, namun baru awal tahun diresmikan. Karena memang untuk membuka kelas industri tidak bisa langsung, harus sesuai standar khususnya Yamaha sebagai partner kerja sama.
”Semua harus disesuaikan mulai dari materi, kelasnya, bengkel praktiknya, peralatan praktiknya, gedungnya, bahkan gurunya harus sesuai dengan standar Yamaha. Dengan adanya kelas industri ini tentu menambah semangat kami dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah kami,” ujar Arif.
Bukan saja peningkatan mutu bagi peserta didik, namun siswa yang masuk kelas industri juga memiliki peluang kerja yang lebih besar. Kurang lebih sekitar 70 persen siswa akan terserap bekerja di Yamaha jika sudah lulus nanti. Sedangkan sisanya bisa bekerja di industri lainnya atau melanjutkan kuliah.
Lulusan SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang hampir 100 persen terserap ke dunia industri dan hanya sebagian saja yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Selain jurusan Teknik Sepeda Motor, saat ini sedang dirintis kelas industri untuk jurusan keperawatan.
”Untuk kelas industri jurusan keperawatan ini, kami sudah merintis untuk bekerja sama dengan Jepang. Bahkan sudah menjajaki bagaimana di Jepang serta kebutuhan di sana,” ujar Arif.
Untuk membuka kelas industri ini satu kendala yang menjadi hambatan yakni kemampuan Bahasa Jepang siswa. Oleh karena itu, setelah Ujian Nasional nanti siswa akan mengikuti training Bahasa Jepang setiap pagi, siang, dan sore.
”Intensitas training bahasa yang kami lakukan ini untuk mempersiapkan 10 siswa yang telah mendaftar, sehingga harapannya bisa berangkat bulan Oktober mendatang,” beber Arif.
Program ini berawal dari dua alumni SMK Muhammadiyah 1 Malang yang telah sukses bekerja di Jepang. Menurutnya, peluang lulusan keperawatan sangat menjanjikan apalagi jika kemampuan Bahasa Jepang mereka bagus. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...