SMK Mulai UNBK


MALANG – SMKN 3 Malang menargetkan bisa mengantarkan siswa meraih nilai ujian nasional bagus. Pasalnya, setiap tahun perolehan UN siswa mengalami penurunan. Hal ini lantaran, kebijakan pemerintah yang sudah memblow up bahwa nilai hasil UN bukan prioritas kelulusan.
“Jelas banyak pengaruhnya saat pemerintah tidak menjadikan hasil UN sebagai standar utama kelulusan. Sehingga semangat belajar siswa menurun,” ujar Waka Kurikulum SMKN 3 Malang, Tholi’ah MPd kepada Malang Post.
Dia melanjutkan, kalau tingkat kelulusan seluruh siswanya optimis lulus 100%. Namun perkara nilai, masih belum memuaskan. Pihak sekolah sendiri tidak ada hentinya untuk memotivasi siswa. Mulai dari pelaksanaan bimbingan belajar hingga try out dan motivasi. “Sehingga kami berharap adanya peningkatan nilai tahun ini,” tandasnya.
Meski begitu, sebanyak 391 siswa SMKN 3 Malang siap UNBK, hari ini. Pihak sekolah sudah menyiapkan tujuh ruang ujian dengan empat server. Pelaksanaan ujian dilakukan sebanyak tiga sesi. Persiapan sarana prasarana ujian sendiri disesuaikan dengan jumlah penerimaan siswa setiap tahun.
“Setiap tahun jumlah penerimaan siswa baru SMKN 3 Malang berbeda-beda. Tahun ini ada 13 kelas, tahun depan 15 kelas,” bebernya.
Setiap tahun SMKN 3 Malang juga menyiapkan genset sebagai sarana pendukung ujian. Mulai 2014 pelaksanaan UNBK berjalan lancar tanpa kendala, baik kapasitas listrik maupun koneksi internet. “Genset juga kami siapkan, sudah kami uji coba juga. Setiap satu detik mati lampu langsung berfungsi,” bebernya.
Siswa SMKN 3 Malang sudah familiar dengan sistem online, sehingga dalam pelaksanaan UNBK bukan hal yang asing bagi mereka. Siswa sudah melaksanakan tiga kali try out sesuai sinkronisasi negara. “UTS dan US sudah sistem komputerisasi. Sekolah menyiapkan 60 laptop untuk tambahan,” tuturnya.
Menjawab kebocoran soal, seluruh siswa diyakini sudah tidak percaya dengan issue yang marak. Pihak sekolah mengaku dengan sistem komputer justru mengurangi kecurangan. Masing-masing siswa memilikli soal yang berbeda dan acak. Sehingga dapat dipastikan siswa harus fokus pada soal masing-masing. “Siswa akan menjalani UNBK selama empat hari dengan mata pelajaran hari pertama bahasa Indonesia, kedua bahasa Inggris, ketiga matematika, dan hari terakhir teori kejuruan,” tutupnya.
Kepala Balitbang Kemendikbud Totok Suprayitno menuturkan, naskah kertas soal Ujian Nasional tingkat SMA dan SMK sudah distribusikan. Ia mengatakan naskah tersebut telah sampai di tingkat subrayon di daerah.
"Naskah untuk SMA dan SMK sederajat by paper sudah sampai di subrayon per daerah," ungkap Totok dirilis Republika.
Agar waktu pendistribusiannya tidak bertabrakan, naskah soal UN tingkat SMP dilakukan menyusul. Menurut Totok, untuk sekolah yang belum bisa ujian menggunakan skema UNBK, akan dilayani dengan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP).
Hingga saat ini, menurut Totok, belum ada laporan terkait kasus kebocoran soal. Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy berpesan agar siswa dan siswi yang akan menghadapi UNBK selalu mengutamakan kejujuran. (mg3/oci)

Berita Lainnya :

loading...