Peningkatan Publikasi Internasional, Gelar Konferensi Terindeks SCOPUS

 
MENDUKUNG kebijakan pemerintah yang mengharuskan dosen memiliki publikasi di terbitan internasional bereputasi, UNIKAMA akan menyelenggarakan konferensi internasional dengan publikasi prosiding terindeks SCOPUS. 
Tahun ini, setidaknya akan diadakan dua konferensi internasional di UNIKAMA, yaitu Annual Conference on Social Sciences and Humanities (ANCOSH) dan Annual Conference on Science and Technology (ANCOSET). 
Konferensi ANCOSH yang akan diadakan pada 24 April 2018 mengundang beberapa pakar kelas dunia untuk menjadi pembicara utama. Mereka adalah Prof. Dr. Charles E. Grimes, peneliti kawakan bahasa-bahasa daerah Indonesia dari SIL Internasional dan Australian National University.
Lalu Prof. Dr. Roslan B. Abdul Hakim, ahli ekonomi dari Universiti Utara Malaysia, Dr. Ania Lian, ahli teknologi pembelajaran bahasa dari Charles Darwin University dan Umiati Jawas, Ph.D, ahli ilmu pendidikan dari Universitas Kanjuruhan Malang. 
Sesuai tema yang diangkat, keempat pembicara tersebut akan memberikan pandangannya tentang isu kearifan lokal di era globalisasi yang serba kompetitif.  Konferensi ini akan menjadi wadah bagi para cendekia, dosen, guru, pendidik, mahasiswa, serta pemerhati isu-isu sosial dan kemanusiaan. 
Setidaknya 100 pembicara dari berbagai wilayah di Indonesia dan negara-negara asing lainnya akan ikut serta memberikan solusi dan memberikan wawasan melalui hasil penelitian yang telah mereka lakukan. 
Diharapkan, akan semakin banyak kontribusi hasil penelitian yang didapatkan tidak hanya untuk pengembangan IPTEKS di bidang sosial dan humaniora tetapi juga bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Dalam penyelenggaraan konferensi internasional ini, UNIKAMA menggandeng beberapa perguruan tinggi lain di Indonesia termasuk Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, IAIN Palangkaraya, Universitas PGRI Madiun, dan Universitas PGRI Semarang. 
Hal ini merupakan komitmen nyata UNIKAMA untuk turut meningkatkan publikasi internasional dosen-dosen di seluruh Indonesia. Dengan demikian, semakin banyak dosen Indonesia memiliki kesempatan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya ke khalayak internasional. (mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :