SBMPTN Syarat Masuk Jalur Mandiri


MALANG – Tak perlu test lagi, sistem penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri UM menerapkan pengambilan nilai sesuai dengan nilai SBMPTN. Dalam pelaksanaannya dinilai lebih mudah, baik bagi mahasiswa maupun bagi perguruan tinggi pelaksana. Langkah ini dilakukan menyusul perguruan tinggi negeri lain seperti UB yang telah menjalankan sebelumnya.
“Calon mahasiswa yang tidak diterima jalur SBMPTN, dapat mendaftar lagi secara mandiri. Nantinya tim akan mencari rangking kembali dari skornya, sehingga tidak perlu test lagi,” ujar Wakil Rektor IV UM, I Wayan Dasna, kepada Malang Post, kemarin.
Dia melanjutkan, soal SBMPTN sudah skala nasional, jadi universitas pun tidak perlu repot lagi membuat soal untuk jalur mandiri. Misalnya SBMPTN telah diterima sampai urutan 60. Maka, urutan dibawahnya dapat lanjut untuk jalur mandiri. Kuota SBMPTN di UM maksimal 30 persen dengan kuota penerimaan yang sama seperti tahun kemarin sekitar 6000 maba.
“Karena sesuai aturannya dianjurkan menggunakan skor tersebut, sehingga hal ini lebih fair dan memudahkan siswa dan juga UM,” tandasnya.
Berbeda halnya dengan UIN Maliki Malang yang menyiapkan kompetensi keagamaan, berupa test lisan kepada calon mahasiswa baru. Test seleksi ini harus diikuti oleh seluruh fakultas di UIN Maliki.
“Yang di luar UIN mungkin tidak ada test kompetensi keagamaan. Tapi kalau di UIN harus ada, berupa kemampuan keilmuan agama dan keagamaannya. Ini akan menjadi pertimbangan untuk menerima mereka,” tegas Rektor UIN Maliki Malang, Prof Abdul Haris, M.Ag.
Sehingga, UIN Maliki Malang tidak hanya menjaring kompetensi akademiknya saja tapi juga keagamaan. Tahun ini kuota penerimaan mahasiswa baru UIN Maliki sekitar 3.500. Awalnya, UIN Maliki ingin menambah kuota 500 maba lagi, tapi karena belum memenuhi kebutuhan seluruh mahasiswa. Maka kuota penerimaan jumlahnya tetap. Haris mengharapkan kuota penerimaan maba dapat meningkat, agar UIN Maliki lebih maksimal dalam melayani masyarakat. “Selama ini kampus negeri cenderung lebih murah. Sayang sekali jika pendaftar UIN Maliki mencapai 76.000 tapi hanya mampu menerima 3500,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...