Kit Diagnostik Diabetes Siap Dipasarkan


MALANG - Kit Diagnostik Diabetes GAD65, salah satu produk unggulan dari laboratorium Biosains Universitas Brawijaya (UB) kini tengah memasuki izin produksi dan izin edar.
"Produksi kita sudah siap tinggal perizinannya," kata Ketua Tim Peneliti Prof. Dr. Aulanni'am, DVM, DES. yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Hewan dirilis Humas UB.
Pertemuan dengan Biofarma kali ini, menurutnya untuk membahas persyaratan terkait produksi dan distribusi yang dilakukan oleh BUMN produsen vaksin dan antisera ini.
Aulanni'am yang juga Penanggungjawab dan ketua proyek kerja sama dengan PT. Biofarma, Tbk menambahkan bahwa kit diagnostic DM karyanya telah melalui uji lima ras pada 2015 sehingga telah siap untuk go international.
FGD dengan Biofarma dimaksudkan untuk membahas percepatan produksi. Sebanyak lima juta kit diagnostik menurut rencana akan diproduksi bersama Biofarma. Selain itu, Laboratorium Biosains UB juga memproduksi sendiri sebanyak satu juta kit untuk kepentingan penelitian. Proses produksi dan distribusi menggandeng Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) yang merupakan unit usaha UB yang berbadan hukum.
Biosains Rapid Test GAD65 adalah rapid test untuk mendeteksi Diabetes Mellitus (DM) tipe 1 dan 1.5. Pada kit ini, deteksi dilakukan terhadap keberadaan autoantibodi GAD65 yang merupakan penanda dini kerusakan sel beta pankreas.
Kit ini mampu mendeteksi awal terjadinya autoimun diabetes sehingga dapat dilakukan pada bayi dan anak-anak yang memiliki riwayat penderita DM dalam keluarganya. Penggunaan kit ini merupakan skrining awal terhadap penyakit DM, yang bertujuan untuk memperbaiki tatalaksana pencegahan DM sehingga penting bagi keluarga yang memiliki riwayat DM, agar tidak berlanjut menjadi penderita DM.
Diagnosa dilakukan dengan menggunakan serum darah sebanyak 20 mikroliter dan hasilnya sudah bisa didapatkan dalam waktu 30 menit. Kit ini tidak memerlukan alat khusus sehingga mudah dilaksanakan pada tingkat layanan medis sederhana. Biosains Rapid Test GAD65 telah terbukti memiliki sensitivitas dan spesifitas yang tinggi. (oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :