Ada-ada Saja, UNBK SMK Diganggu Kabel


MALANG – Seluruh siswa SMK negeri maupun swasta melaksanakan UNBK serentak , salah satunya SMKN 5 Malang. Dalam pantauan Malang Post, terdapat kendala dari beberapa hal seperti kabel klien yang membuat beberapa siswa menunda pengerjaan.
“Di server satu tadi, ada yang mengalami kendala koneksi internet akibat kabel FTN kurang menancap. Empat kabel tidak terkoneksi,” ujar Proktor SMKN 5 Malang, Asrofi kepada Malang Post kemarin.
Dia melanjutkan, akibatnya waktu pengerjaan ujian bagi siswa yang mengalami kendala tersebut harus ditambah. Hal tersebut biasanya dipengaruhi oleh faktor kabel yang tergesek benda lain, sehingga posisinya tidak benar.
“Padahal persiapannya terkait perangkat kabel mulai hari Kamis lalu. Setelah dimatikan, lalu dipasang lagi ada kabel LAN yang tertendang, tapi sudah bisa teratasi,” ungkapnya.
Proktor setiap server bertugas memastikan koneksi jaringan dan server klien sudah terkoneksi. Tak hanya itu, dari pantauan Malang Post sebagian siswa juga meminta untuk reset ulang. Hal ini disebabkan karena tidak adanya pergerakan mouse. Masalah lain, seperti peserta ujian harus teliti dalam mengerjakan soal dan soal harus terjawab semua. Sebab, jika ada yang belum maka sistem akan menolak untuk menyelesaikan input data.
“Ditunggu proses selesai dulu, kadang ada siswa yang minta reset ulang usernya soalnya tidak ada pergerakan mouse. Ini juga kendala tapi sejauh ini teratasi,” tuturnya.
Sementara itu, proktor juga harus memastikan siswa login dan reset token sudah diberikan dengan benar. Hal ini adalah bentuk antisipasi keteledoran siswa pada pelaksanaan UNBK tahun kemarin.
Asrofi menceritakan, ada salah satu siswa yang mencoba menggunakan token temannya. “Akibatnya dia harus mengerjakan soal dengan nama temannya dan mengikuti ujian ulang,” tandasnya.
Dalam menunjang pelaksanaan UNBK di SMKN 5 Malang, proktor dan teknisi tidak berdiri sendiri. Sebab, lima junior IT SMKN 5 Malang pada hari pertama pelaksanaan UNBK juga ikut membantu. Satu ruangan akan dibantu lima junior IT yang merupakan siswa kelas X dan XI jurusan TKJ, RPL, dan multimedia. Sebelumnya, SMKN 5 Malang sudah menyeleksi siswa dan terpilih total 13 siswa yang akan bertugas membantu proktor dan teknisi tersebut.  
Salah satunya, Viko Prananda jurusan RPL kelas XI bersama empat teman lainnya tengah memperbaiki 10 laptop cadangan yang error. Dengan cekatan, dia memperbaiki permasalahan RAM dan browsernya. Hanya butuh lima menit, RAM yang kurang kapasitasnya dapat diganti dan selanjutnya digunakan kembali. “Merasa bangga sudah terpilih menjadi junior IT soalnya bisa menambah pengalaman langsung. Tidak hanya RAM saja sih masalahnya, kadang juga ada jaringan dan LAN yang kurang nyambung. Kami akan ditugaskan bergilir sampai jam 12 siang,” bebernya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...