Distrucsion of King Rahwana, Karya Paling Fenomenal

 
MALANG – Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri terkemuka, Universitas Negeri Malang (UM) memiliki banyak tenaga pendidik berkualitas serta berprestasi. Salah satunya, Dr. Ponimin, M. Hum, dosen Seni dan Desain Fakultas Sastra UM yang karyanya banyak dikenal hingga mancanegara. Tak jarang, Ia kerap bepergian ke luar negeri untuk memperkenalkan budaya nusantara buatannya dalam berbagai pameran kesenian internasional.
Seni keramik yang ditekuninya membawa Ponimin melanglang buana ke beberapa negara di dunia. Seperti India, Bangladesh, China, Pakistan, Inggris, hingga Jepang. Pameran terbarunya yakni saat mengikuti World Ceramic Fest and Workshop di New Delhi, India pada November 2017 lalu. Dalam festival tersebut ia dipilih sebagai penampil workshop terbaik di antara 70 seniman dari 13 provinsi di seluruh India.
“Di workshop itu saya mendapatkan penghargaan berupa Certificate of Excellence in Conducting Ceramic Workshop. Pameran di India ini sudah yang kedua kalinya. Karya yang saya buat adalah karya seni murni atau fine art, yaitu karya seni yang dibuat untuk mengekspresikan nilai budaya dan keindahan,” ujar Ponimin.
Ponimin mampu membuat peserta workshop kala itu terpana dengan kelihaian  teknik piching headbuilding yang ia gunakan. Teknik tersebut lebih menekankan pada kemampuan skill dan kemahiran jari-jari tangan yang didukung oleh emosional estetik dalam membentuk langsung dengan tangan. Tak ayal apabila kemahiran Ponimin dalam mengolah sebuah seni tidak dilakukan oleh keramikus lainnya.
Dalam kesehariannya, dosen UM ini disibukkan dengan beragam aktivitas seninya di studio Seni Kreasi Kriya Nusantara Miliknya. Beragam karya keramik buatannya lebih mengarah ke aliran Deformatif Figuratif yang mendorong imajinasinya untuk mengekspresikan secara bebas. “Selain itu, kemampuan skill saya pada teknik pembentukan keramik teknik piching sangat memungkinkan untuk lebih bebas berkreasi dalam menghasilkan karya keramik figuratif deformatif,” terangnya.
Bagi Ponimin karya keramik buatannya yang paling berkesan yakni Distrucsion of King Rahwana yang menceritakan pertarungan Rahwana melawan Rahma dibantu pasukan kera. Keramik berbentuk patung itu bahkan menghiasi studio miliknya. Sebanyak tiga patung tersebut tingginya mencapai 80 centimeter dengan bentuk dan ekspresi wajah yang sama, menoleh ke kanan dan tangan meronta, kemudian keramik berbentuk kera dengan ukuran kecil menempel di seluruh badan.
“Cerita yang ingin dimunculkan dari keramik terakota itu adalah perkelahian antaran Rahwana dengan Anoman dan pasukan kera yang memiliki simbol pertarungan sifat jahat dengan sifat baik. Yang bila ditelisir lebih dalam, pertarungan semacam itu akan selalu terjadi sepanjang kehidupan manusia,” ungkap Ponimin.
Kesibukannya sebagai keramikus tak lantas membuatnya mengabaikan tugas utamanya sebagai dosen Seni dan Desain Fakultas Sastra UM. Ia bahkan mengajak sebagian mahasiswanya untuk ikut membantunya membuat keramik beragam bentuk. Menurutnya, kebanggaan terbesar baginya sebagai seorang dosen yakni bisa melihat mahasiswanya lebih besar karyanya dari dosennya. Apabila ia menjadi keramikus, maka mahasiswanya harus lebih dari itu, artinya apa yang ia tanamkan bisa membekas.
“Dalam berkarya kita tidak boleh mengikuti arus besar agar karya kita tidak hanya dinikmati golongan atau kelas tertentu saja. Tidak akan memuaskan jika apa yang telah kita ciptakan hanya dinikmati dan bisa diapresiasi oleh tingkatan-tingkatan tertentu,” paparnya.
Karya seni yang dihasilkan oleh Ponimin adalah karya seni berbasis research dan akademik sesuai dengan latar belakangnya yang juga pendidikan seni. Selain itu juga ia menyadari karya seni tidak cukup diciptakan berdasarkan ekspresi atau intuisi tetapi juga didasarkan pada penelitian.“Itu yang juga mendorong saya untuk menciptakan karya dengan inspirasi dari budaya lokal nusantara yang akhirnya dikenal sampai luar negeri,” pungkasnya. (mg7/adv/lim)

Berita Terkait

Berita Lainnya :