Kelas Kerja Sama PT Garuda Favorit


 
MALANG - Lulus tepat waktu dan langsung bekerja menjadi ciri khas kelas kerja sama Polinema. Salah satunya adalah kelas Garuda Maintenance (GMF). Tak heran jika mahasiswa terpilih kelas kerja sama GMF memaksimalkan potensi dan prestasi diri. Tidak hanya kelas GMF, nantinya Polinema juga akan membuka prodi Aeronotika.
“Jelas ini sebagai peluang mereka, karena setelah lulus mereka dapat langsung kerja. Jadi, 48 siswa kelas GMF maupun siswa kelas PLN antusias meningkatkan prestasi dan mempertahankan IPK,” ujar Direktur IV Polinema, Dr Luchis Rubianto LRSC MMT kepada Malang Post.
Dia melanjutkan, di kelas kerja sama ini, mahasiswa akan menjalani empat semester di Polinema dan dua semester di GMF Jakarta. Meskipun uang kuliah tunggal (UKT) di kelas GMF terhitung mahal karena banyak praktik, tapi antusias orang tua juga tinggi dalam menyuport anaknya. 
“Kelas GMF ini kan biaya mandiri, tapi orang tua tetap menyuport sehingga tidak ada kasus DO,” tuturnya.
Sejak membuka kelas GMF pada 2015 lalu, animo pendaftar cukup tinggi karena memiliki prospek yang bagus. Selain itu, Polinema juga menunjang fasilitas sarpras berupa hanggar pesawat dilengkapi dengan dua mesin pesawat sebagai bahan praktikum mahasiswa. 
“Ini masih terus akan berkembang, rencananya akan memiliki pesawat konfensional yang memiliki baling-baling, sebab pesawat besar juga tidak memungkinkan untuk praktikum,” tandasnya.
Rencana pembangunan hangar sempat ditolak oleh Kemenristekdikti jika menggunakan dana revitalisasi. Sehingga, Polinema yang merupakan PTN BLU kemudian mengalihkan dana pembangunan hanggar ke Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Dana pembangunan sebesar Rp 10 miliar maka ditargetkan pembangunan hanggar dapat diselesaikan,” tandasnya.
Setelah hanggar selesai, bahkan Polinema akan membuka prodi baru Aeronotika. Prodi ini diyakini merupakan terobosan baru bagi jurusan teknik. Prodi ini akan mengajarkan seluruh materi terkait perawatan pesawat.   
Prodi Aeronotika akan dibentuk mulai jenjang D3 dengan dua kelas. Selain itu, prodi baru ini akan ditunjang dengan dosen pengajar yang berkompeten. Setidaknya 50% dosen pengajar juga berasal dari praktisi yang bersertifikasi.
“Ada delapan dosen pengajar Polinema yang sudah dibekali sertifikat AMTO yang merupakan sertifikat internasional Amerika yang didapatkan dari pelatihan kerja sama dengan Kementrian Perhubungan,” bebernya.
Bahkan, jika prodi aeronotika berpotensi besar untuk berkembang, ke depan Polinema juga akan membentuk kelas reguler.
“Tidak hanya maskapai Garuda saja, hampir semua maskapai memiliki tim perawatan sendiri. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan membuka kelas reguler nantinya,” tutupnya. (mg3/adv/oci)

Berita Lainnya :