Polinema Hasilkan Tenaga Kerja Kompeten


 
MALANG – Sebagai salah satu politeknik negeri di kota Malang, Polinema juga turut memberi kontribusi daerah dengan menyiapkan tenaga siap kerja. Terbukti, dari tahun 2017, keterserapan lulusan Polinema mencapai 51%.
“Hampir rata-rata per tahun sebanyak 1.200-1.400 lulusan Polinema siap kerja sebelum diwisuda. Kemungkinan manajemen baru ini akan mencapai peningkatan keterserapan kerja 65% pada 2018,” ujar  Ketua JPC pusat penempatan kerja Polinema, Drs Bambang Supeno MKom MM kepada Malang Post.
Dia melanjutkan, Polinema juga terus meningkatkan kinerjanya bersama Dirjen Dikti. Sasaran program yang ditingkatkan mulai dari akses, relevansi, kuantitas dan kualitas pendidikan. Polinema menargetkan rasio mahasiswa yang diterima dengan calon mahasiswa yang mendaftar yakni satu banding tujuh. 
“Sementara dalam hal peningkatan kualitas hasil kegiatan kemahasiswaan dan inisiasi pembinaan karir, juga dilihat dari indikator prosentase kelulusan yang langsung bekerja dibidangnya harus mencapai 60%,” ungkapnya.
Bambang menjelaskan, peluang terbesar lulusan Polinema memang di bidang industri. Sebab, mahasiswa Polinema terlahir sebagai lulusan teknik. Meski tidak menutup kemungkinan, mereka dapat diterima baik dibidang teknik maupun non teknik. 
“Selama perekrutan, mereka lebih cenderung ke tambang dan industri,” singkatnya.
JPC sebagai pusat penempatan kerja Polinema, juga memiliki target dalam program tahunan. Mulai dari sosialisasi ke mahasiswa dan industri, kerja sama industri, rekruitmen, dan beasiswa. Beasiswa industri melalui JPC dilakukan dalam test untuk pemberian beasiswa dan magang kepada mahasiswa. 
“Ada lima perusahaan  yang memberi beasiswa yakni PT Sanggra Asri, PT Indonesia Power, PT Medion, PT Sampoerna, dan PT Garuda Maintenance Finance dengan masing-masing menyiapkan lima kuota,” bebernya.
Sementara, PT Internasional Power menyiapkan kuota untuk 25 mahasiswa setiap tahun. Rekapan data tahun 2017, sebanyak 1171 lulusan D3 2016 dari prodi teknik elektronika, teknik listrik, teknik telekomunikasi digital, managemen informatika, teknik mesin, teknik sipil, teknik kimia, akuntansi, dan administrasi niaga, terserap dudi sebanyak 797.
Sementara jenjang D4, sebanyak 886 lulusan 2016 dari prodi teknik elektronika, sistem kelistrikan, jaringan Telkom digital, teknik informatika, teknik otomotif elektronik, manangemen rekayasa konstruksi, akuntansi managemen, manajemen pemasaran, teknik kimia industri, teknik produksi dan perawatan, dan keuangan, terserap dunia usaha dunia industri (dudi) sebanyak 388. Sehingga total, dari 2057 lulusan 2016 yang terserap dudi sebanyak 1185 orang.
Dalam hal kualitas kegiatan pembelajaran, Polinema juga menargetkan akreditasi institusi B dengan prodi terakreditasi minimal B sebesar 77,27%. Rangking perguruan tinggi nasional mencapai 50 yang ditunjang dengan 34, 54% kualifikasi dosen bersertifikasi kompetensi dan profesi. 
“Targetnya, Polinema harus memiliki dosen berkualifikasi S3 sebesar 13,53% dari total dosennya, 85% dosen harus bersertifikat pendidik, dan 25% dosen Politeknik harus berasal dari industri,” bebernya.
Tak hanya kualitas pendidikan melalui dosen pengajar saja, Polinema juga ditargetkan Dikti dalam peningkatan prestasi mahasiswa melalui penelitian. Peningkatan relevansi, kuantitas, dan kemanfaatan hasil penelitian yakni 25 judul penelitian di Polinema harus terpublikasi internasional dengan dua judul yang didaftarkan HKI. Selain itu, 10 judul sitasi karya ilmiah dengan satu prototype  R&D juga harus disiapkan.
“Polinema juga harus mencapai 10 judul hasil pengabdian dan penelitian yang harus dimanfaatkan masyarakat,” imbuhnya. (mg3/adv/oci)

Berita Lainnya :