Bebas Narkoba, Syarat Jadi Mahasiswa Polinema

 
MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menggelar tes urine bagi 3146 mahasiswa baru, Sabtu, (5/8/17). Tes urine yang digelar bekerja sama dengan BNN ini menjadi salah satu upaya Polinema mendapatkan input maba berkualitas. 
“Untuk menjadi mahasiswa Polinema, mereka harus bersih, dari segala macam bentuk tindakan yang bertentangan dengan negara,” ujar Ketua Pelaksana Fauzi Fauzi Kom, MT.
Fauzi mengatakan, tes urine ini, adalah untuk meyakinkan dan menegaskan para mahasiswa baru terbebas dari narkoba. Sebab, Fauzi mengatakan, bebas dari narkoba adalah salah satu upaya menciptakan lingkungan kampus yang bersih dan terbebas dari ancaman narkoba yang merusak. 
Tes Urine ini sudah dilakukan sejak tahun 2009. Fauzi membeberkan, Polinema memang ingin konsisten untuk terus melakukannya. 
Senada, Direktur Polinema, Dr. Ir. Tundung Subali Patma, MT menegaskan, 
anggota baru keluarga Polinema, kalian harus menjunjung tinggi etika, kualitas, dan disiplin yang tinggi, dan pantang menyerah. Akhlak berbudi kurang pas bila masih ditemukannya anggota keluarga yang terindikasi narkoba. Oleh karena itu, tanpa pemberitahuan sebelumnya, diadakanlah tes urine untuk mengecek keterlibatan mahasiswa baru dalam konsumsi narkoba.
Pada saat tes urine, seluruh mahasiswa dibagi menjadi sepuluh kelompok untuk kemudian dilakukan pengujian selama kurang lebih dua jam. Meski hasilnya belum diketahui, namun dengan ketatnya persaingan untuk dapat masuk di Polinema, seakan menjadi seleksi alam bagi mahasiswa berkualitas bebas narkoba.
Untuk sekadar diketahui, tahun ini Polinema diburu oleh sekitar 47 ribu pendaftar dan hanya 3146 yang diterima. Dengan perbandingan 1 : 15, maka membuktikan Polinema hanya akan menerima mahasiswa unggulan. 
Sementara hari ini, maba akan mengikuti latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Lapetal kota Malang. Tujuannya untuk membentuk calon mahasiswa menjadi pribadi yang disiplin. Kegiatan ini telah teragendakan sejak awal berdirinya Polinema. Dengan jumlah mahasiswa yang belum sebanyak sekarang ini, LDK dilakukan selama satu bulan penuh. Menyusul jumlah mahasiswa yang semakin banyak, di tahun 90-an LDK dijadwalkan dilakukan selama dua minggu pelaksanaan.
Sempat vakum, dosen Polinema menyadari pengaruh pelaksanan LDK terhadap karakter mahasiswa baru, sehingga di tahun 90-an, LDK diadakan kembali dengan waktu pelaksanaan selama satu minggu. (mg19/oci)
 

Berita Lainnya :