Bertemu Soal Esai Matematika, Siswa Lesu


MALANG – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK, sejumlah siswa mengeluhkan sulitnya soal ujian. Pasalnya, hari kedua peserta harus menghadapi mata pelajaran matematika yang terkenal momok bagi mereka. Terlebih saat sebagian dari mereka mengaku kaget dengan jumlah soal esai yang didapat berbeda-beda. Hal ini berdasarkan pemantauan Malang Post di SMKN 11 kepada peserta UNBK yang telah selesai mengerjakan ujian sesi pertama.
“Saya dapat lima, tapi teman saya ada yang dapat soal esai tiga dan empat. Tahunya jumlah soal esai yang berbeda-beda ini karena setelah ujian kita saling sharing. Soal UNBK saat ini lebih sulit dibanding ujian sekolah kemarin,” ungkap salah satu peserta ujian, Rina Ralia Putri kepada Malang Post dengan raut muka lesu.
Siswi jurusan keperawatan ini mengaku soal esai pelajaran matematika tersebut tergolong sulit karena membutuhkan penjabaran dan penalaran.
“Pas simulasi UNBK lalu, ada soal esai sih tapi jumlah soalnya sama semua. Jadi langsung ngeblank lihat soal esainya lima,” bebernya.
Malang Post kemudian mencoba menanyai peserta ujian lainnya, seperti Anggi Laurenzia salah satunya. Siswi yang juga jurusan keperawatan ini mengaku mendapat soal esai sejumlah tiga. Meski begitu dia menegaskan bahwa waktu ujian kurang.
“Waktu dua jam tidak cukup, harusnya ditambah. Memang susah soal matematika saat ujian ini. Dapat nilai 76 saja sudah bersyukur,” beber siswa yang telah mendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) ini.
Hal yang berbeda juga terlihat dari salah satu peserta ujian yang keluar ruangan menggunakan egrang. Dia adalah Nela Arafika, siswi berjilbab jurusan keperawatan ini tetap mengikuti UNBK meski dia harus menggunakan egrang dan dibantu temannya memasuki ruangan. Nela diketahui usai mengalami kecelakaan pada 11 Februari lalu di daerah Galunggung saat berboncengan dengan temannya. Kakinya patah tulang dan harus dioperasi.
“Iya bagaimana lagi, saya harus ikut. Saya tetap semangat kok,” tuturnya singkat.
Sementara itu, Kepala SMKN 11 Malang, Drs Gunawan Dwiyono SST MPd menegaskan, terkait soal esai yang berbeda-beda adalah aturan nasional. Pada mata pelajaran matematika di SMK terbagi menjadi matematika teknologi dan matematika pariwisata. Setiap siswa dipastikan tidak akan mengetahui jenis atau bahkan meminta jumlah soal yang seperti apa. Menurutnya, pembobotan soal ujian nasional sudah pasti telah diuji dan diukur sama. Untuk memotivasi siswa, sekolah akan memberi reward bagi nilai tertinggi mapel.
“Siswa kan kemampuannya tidak sama, motivasi yang saya berikan ya jawab dulu soal-soal yang mudah baru pilih soal yang sulit. Mata pelajaran matematika sering menjadi momok dan evaluasinya harus dapat meningkat. Setidaknya rata-rata nilai siswa bisa naik diatas lima,” tegasnya.
Evaluasi pelaksanaan UNBK dua hari ini menurut Gunawan terlaksana lancar dalam hal teknisnya. Semua siswa dipastikan tidak ada yang berhalangan hadir. Sebab, sekolah telah menegaskan untuk masuk lebih awal. “Memang ada yang sakit, siswi tersebut mengalami kecelakaan sudah lama sebelum ujian berlangsung. Sekolah mempertegas harus ikut seluruhnya atau memilih mengundurkan diri diawal,” beber kepala sekolah yang pernah menjadi guru di SMKN 6 tersebut.
Peserta ujian di SMKN 11 terdata sebanyak 414 siswa dengan 11 ruangan yang dilengkapi enam server utama dan tiga server cadangan. Selama dua tahun pelaksanaan UNBK di SMKN 11, siswa dinilai sudah familiar dengan sistem komputerisasi. Sebab pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) dan ujian sekolah (US) sudah dilaksanakan dengan sistem komputer. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :