Dua Siswa MAN 1 Malang Raih Beasiswa China dan Jerman


BELAJAR ke luar negeri bukan lagi sebuah mimpi bagi dua siswi MAN 1 Kota Malang Dinda Bunga Permata Sari dari XII MIA 5 dan Clarita Hallah Mufida kelas XII MIA 1. Keduanya berhasil lolos seleksi melalui jalur beasiswa ke China dan ke Jerman.
Bunga berhasil diterima jurusan S1 Kedokteran di Hubei Polytechnic University of China, sedangkan Claritta lolos S1 Terknik Pertambangan di Jerman melalui beasiswa penuh dari Dach Stipendium. Keduanya diperkirakan akan berangkat pada November 2018 mendatang.
Dinda Bunga Permata Sari, mengatakan, bisa kuliah di jurusan kedokteran sudah manjadi keinginannya sejak lama, sehingga saat ada kesempatan melalui Expo yang digelar di Kota Malang ia tidak ingin menyia-yiakannya.
“Berawal dari situ saya kemudian ikut mendaftar di Hubei Polytechnic University of China dengan mengumpulkan foto copy rapor, kemudian dari situ langsung di terima,” ujar Bunga.
Ketentuan yang menjadi penilaian yakni nilai rapor minimal 8 untuk semua mata pelajaran. Disusul dengan  nilai tes TOEFL minimal 450. Dua persyaratan tersebut apabila terpenuhi besar kemungkinannya untuk lolos tanpa tes lainnya.
“Alhamdulilah saya senang sekali bisa diterima di China dengan beasiswa subsidi. Keberhasilan saya juga tidak lepas dari dukungan orang tua baik secara materiil dan non materiil yang sangat mendukung langkah saya untuk belajar ke luar negeri,” tutur Bunga.
Prestasi ini juga turut memberikan kebanggaan tersendiri bagi sekolah dan seluruh siswa. Khususnya bagi siswa kelas X dan XI, Bunga dan Clarita menjadi inspirasi baru untuk terus belajar lebih giat dan menguatkan tekad.
Sementara itu, Humas MAN 1 Kota Malang, Erni Qomaria Rida, mengungkapkan, pihak sekolah sangat mensupport siswanya untuk berprestasi.
“Kami mensupport minat siswa untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Tentunya kami menginginkan lebih banyak lagi siswa yang bisa mengikuti jejak Bunga dan Clarita,” kata dia.
Sebenarnya, lanjutnya, minat siswa untuk studi ke luar negeri sangat banyak, hampir tiap tahun ada. Namun kebanyakan orang tua tidak tega melepaskan anaknya jauh.
“Seperti tahun kemarin, sebenarnya ada yang diterima di Jepang namun tidak jadi berangkat karena orang tua tidak tega melepas anaknya,” papar Erni.
Menurutnya, agar bisa melanjutkan studi sesuai keinginan anak, dibutuhkan kerja sama yang baik antara anak dan orang tua sehingga saat ada kesempatan belajar ke luar negeri. Orang tua bisa memberikan dukungan penuh terhadap anaknya tersebut.
“Dua siswa kami yang lolos ke China dan Jerman ini, motivasi dari orang tuanya sangat luar biasa. Tentunya tidak hanya orang tua yang bangga, kami dari pihak sekolah pun bangga dengan keberhasilan mereka. Apalagi dua siswi kami tersebut termasuk ke dalam 100 terbaik dari 2.000 kandidat yang mendaftar,” imbuh Erni. (mg7/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :