130 Siswa SD Muhammadiyah 4 Lulus Uji Publik Alquran


MALANG - Sebanyak 130 siswa SD Muhammadiyah 4 menunjukkan kehebatannya dengan menghafal juz 30 Alquran. Beberapa hari yang lalu, dalam kegiatan imtihan mereka mengikuti uji publik di depan ratusan wali siswa.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di kampus II SD Muhammadiyah 4. Satu persatu siswa disoal langsung oleh tim penguji dan para undangan. Baik orang tua sendiri maupun orang lain. Pertanyaannya tidak mudah. Para siswa harus bisa menjawab berbagai soal, meliputi materi tartil, tajwid, gharib dan tahfidz. Terutama materi gharib, yang mempelajari bacaan asing atau tidak biasa yang ada dalam Alquran.
Seperti yang tercantum dalam surat Hud ayat 41. Ketika Ahmad Budi, S.Pd, selaku pihak penguji dari Ummi Foundation membacakan kalimat majraha, seketika langsung disalahkan oleh siswa. “Yang benar adalah majrehaa,” ucap salah satu siswa peserta imtihan.
Selain itu, banyak soal lain yang berhasil dijawab dengan memuaskan oleh para siswa. Seperti sambung ayat bagi siswa tahfidz dan menentukan hukum bacaan Alquran sesuai tajwid. Penampilan para siswa ini membuat bangga orang tua yang melihat langsung kemampuan anak mereka dalam uji publik.
Penanggungjawab Bidang Keislaman, Ahmad  Afwan Yazid, S.Pd mengatakan, dilaksanakannya imtihan merupakan satu upaya SD Muhammadiyah 4 dalam melahirkan generasi Qur’ani. Yaitu generasi yang tidak hanya bisa membaca Alquran tetapi juga mampu menghafalnya. “Inilah salah satu dari misi kami dalam mendidik anak,” ucapnya.
Menurutnya, mempelajari dan menghafal Alquran sangat tepat dilakukan saat anak usia Sekolah Dasar. Karena di saat itu, daya ingat anak sangat kuat. “Mumpung masih di SD kita manfaatkan kesempatan dan kecerdasan mereka untuk menghafal Alquran. Kalau sudah SMP mungkin mereka sudah tidak sempat menghafal,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, sementara ini hafalan Alquran masih di juz 30. Tahun depan direncanakan akan ditambah juz 29. Yazid menuturkan, peserta imtihan tahun ini sebanyak 130 siswa. Rata-rata merupakan siswa kelas 5 dan sebagian kelas 3 dan 4. “Bagi kelas lima hukumnya wajib. Kalau kelas bawah belum wajib, tapi juga bisa ikut imtihan kalau memang dinilai sudah layak,” katanya.
Ia menjelaskan, sebelum imtihan para siswa terlebih dahulu mengikuti beberapa tahap ujian. Yakni tahap tryout dan ujian munaqosah. Bagi siswa yang lulus, baru diperkenankan untuk mengikuti imtihan. “Pada awalnya ada 173 siswa. Setelah diseleksi melalui ujian yang lulus 130, untuk selanjutnya mengijuti imtihan,” paparnya.
Untuk program pendidikan Alquran, SD Muhammadiyah 4 bekerjasama dengan  Ummi Foundation Malang.  Bimbingan pada siswa oleh pihak Ummi dilaksanakan setiap hari dengan jam yang berbeda bagi setiap kelas. (imm/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :