Dua Tahun Berdiri, Catat Sederet Prestasi


MALANG – Usianya belum genap dua tahun, namun, SD Muhammadiyah 3 Assalaam terus mengalami kemajuan. Lembaga ini menunjukkan trend positif sebagai salah satu sekolah yang diperhitungkan di Kota Malang. Salah satunya, torehan prestasi siswa yang membuktikan daya saing dengan lembaga lain.
Meskipun bukan di bidang akademik, namun siswa SD Muhmmadiyah 3 telah berani tampil di kancah kompetisi di tingkat gugus, kecamatan maupun Kota Malang. Siswa-siswi yang masih kelas 1 dan 2 ini, dengan percaya diri berlomba untuk mencapai prestasi gemilang.
Sejauh ini beberapa prestasi yang telah diraih antara lain, di kejuaraan cipta baca puisi, paduan suara, olimpiade Al-Islam, tapak suci dan menyanyi.
Pencapaian prestasi siswa ini, menurut Kepala SD Muhammadiyah 3 Syai’in Kodir, S.Pd, disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah kemauan dan tekad dari siswa itu sendiri. Syai’in mengaku, untuk menumbuhkan sikap berani berkompetisi dalam diri siswa tidak mudah. Dibutuhkan pembiasaan dan motivasi dari guru sehingga siswa yang masih kelas bawah dapat tampil percaya diri.
“Setelah dicoba dan kami berikan kesempatan kepada anak-anak, ternyata mereka mampu dan bisa bersaing dengan yang lain. Alhamdulillah bisa meraih juara,” ucapnya.
Selain sikap percaya diri, sekolah tentu harus berupaya memberikan layanan maksimal. Misalnya menyiapkan pelatih yang memang kompeten di bidangnya. Seperti pelatih bela diri tapak suci, merupakan pelatih yang telah mendapat rekomedasi dari pusat.
“Jadi kualitas pelatih itu sangat penting untuk hasil yang maksimal, selebihnya peran guru yang penting untuk meningkatkan semangat siswa,” terangnya.
Mantan guru MTs Muhammadiyah Tlogomas ini menambahkan, sejauh ini keikutsertaan sekolah dalam lomba selalu didukung oleh orang tua siswa. Terutama yang berkaitan dengan sarana dan semacamnya. Pihaknya bersyukur, orang tua siswa SD Muhammadiah 3 Assalam selalu antusias di setiap program sekolah.
“Kami sangat bersyukur, orang tua begitu respon terhadap program kami. Karena sekolah yang masih sangat muda ini, belum bisa jika harus berjalan sendiri tanpa dukungan mereka,” tambahnya.
Ia menuturkan, untuk saat ini pihaknya belum merekom siswa ke perlombaan akademik. Pasalnya, siswa angkatan pertama yang masih kelas 2, belum waktunya untuk mengikuti olimpiade. Para guru masih mempelajari ritme dari olimpiade atau kompetisi lain yang bersifat akademik.
“Termasuk kami masih mempelajari model dan bobot soalnya. Namun sekali waktu juga menerjunkan siswa ke olimpiade matematika. Alhamdulillah di ajang KMNR tahun ini anak kami lolos sampai semi final di tingkat kota,” ungkapnya.
Target utama saat ini yang diinginkan guru SD Muhammadiyah 3 adalah pengalaman siswa. Dari situlah maka mental akan terbentuk, sehingga pada saatnya nanti mereka akan bersaing kompetitif dengan sekolah lain.
Rencannya, lanjut Syai’in, bimbingan intensif siswa di bidang akademik akan dilakukan saat menginjak kelas 3. Guru juga semakin aktif memantau perkembangan siswa.
“Semuanya akan kami beri kesempatan. Karena bagi kami semua siswa mampu. hanya nanti akan kita lihat siapa yang memiliki kemauan dan mendapat dukungan dari orang tuanya,” pungkas Syai’in. (imm/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :