UNBK Bahasa Inggris, Audio Bermasalah


MALANG - Hari ketiga pelaksanaan UNBK SMK masih saja ada gangguan yang dialami siswa. Pada saat ujian bahasa Inggris kemarin, siswa terganggu karena suara audio yang tidak jelas.
“Ada satu soal tadi yang audionya tidak jelas dan kemresek. Iya berharap saja semoga nilai saya bagus,” ujar siswa SMK PGRI 3 Ahadin Ali Ramdan.
Siswa jurusan instrument pembangkit ini terlihat keluar ruang ujian terlebih dahulu pada sesi pertama. Meski dia mengaku menyukai bahasa Inggris, listening session tetap membuatnya deg-degan. “Persiapannya ya belajar, mencoba mengumpulkan aneka soal bahasa Inggris untuk referensi,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Ahadin, Melania Fidia Alifia juga mengaku suara audio yang didengarnya juga tidak jelas. Terlebih lagi audio ujian hanya satu kali diputar. “Iya tadi speaker di audionya kurang jelas, cuma satu kali lagi,” bebernya.
Muhammad Arif Ramadan termotivasi untuk tampil optimal. Begitu memasuki ruangan, dia bercerita untuk tidak gugup dan tetap konsentrasi. Sebab, dia mengetahui jika audio pada 15 soal listening session hanya diputar satu kali. “Nah, biar tidak kelewatan mengerjakannya, saya konsentrasi. Terkadang suka terkecoh karena jawabannya mirip-mirip. Saya tetap optimis mendapat 100, soalnya sudah begadang untuk belajar,” beber  siswa jurusan menejemen niaga ini.
Saat ditanya motivasinya mendapat nilai sempurna, Arif hanya tertawa. Sejak pelaksanaan UNBK, SMK PGRI 3 Malang telah menyiapkan reward bagi siswanya yang mendapat nilai sempurna. Tak tanggung-tanggung, untuk siswa yang mendapat nilai sempurna pada satu mata pelajaran, maka akan mendapat uang sebesar Rp 1 Juta.
Terkait dengan evaluasi pelaksanaan UNBK, Kepala SMK PGRI 3 M Lukman dalam hal teknis mulai hari pertama berjalan lancar. Namun, Lukman menuturkan pernah siswa kurang konsentrasi saat melaksanakan ujian. Padahal token sudah berjalan bahkan setengah jam, siswa justru baru sadar dan mulai mengerjakan. “Mungkin karena efek belajar kemalaman hingga begadang. Kami mengantisipasi hal tersebut dengan meminta bantuan pengawas ruangan untuk memonitoring siswa jika terjadi hal yang janggal,” tuturnya.
Peserta UNBK SMK PGRI 3 Malang sejumlah 810 siswa dengan 15 ruang ujian yang disiapkan. Mengoptimalkan sembilan server dengan tiga genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik.
Gangguan UNBK hari ketiga juga dialami siswa SMK Prajnaparamita Malang. Saat memasuki sesi listening, audio yang dipakai salah satu muridnya mengalami trobel sehingga suara terdengar putus-putus. Gangguan kecil ini dialami oleh Azizah, peserta UNBK sesi kedua.
Proktor SMK Prajnaparamita, Eko Bulan Romadhon,  menyampaikan, trobel pada audio yang menyebabkan suara menjadi putus nyambung ini hanya dialami oleh satu siswa saja, sedangkan siswa lainnya tidak ada kendala apapun.
“Besar kemungkinan kejadian semacam itu karena semua siswa memakai jaringan yang sama, sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk soal listening itu laoding,” ujar Eko kepada Malang Post.
Melihat gangguan yang dilaporkan siswanya tersebut, pihak proktor dengan cekatan memeriksa komputer yang dipakai.  Hardware dan Software juga diperiksa untuk memastikan penyebab audio trobel.
 “Setalah kami cek hardwerenya ternyata tidak ada masalah apa, kemudian kami lihat juga aplikasinya karena bisa aplikasi yang bermasalah,” kata Eko.
Setelah diperiksa kurang lebih satu menit, audio tersebut sudah bisa kembali normal dan tidak mengalami trobel lagi di soal-soal berikutanya. Untuk mengantisipasi trobel di audio yang lain, peserta diminta untuk segera melapor apabila ada gangguan sekecil apapun.
Sebelum pelaksanaan UNBK, SMK Prajnaparamita sudah mengimbau kepada seluruh siswanya untuk tidak panik saat mengalami kendala dan segera melaporkan ke proktor untuk mendapat penanganan. Sehingga ganggauan semacam itu tidak mengganggu dirinya sendiri maupun teman-temannya mengerjakan soal. (mg7/mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...