Pendaftaran SBMPTN Dibuka


MALANG – Seluruh siswa jenjang menengah atas yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, dapat mulai mendaftar pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), hari ini. Pendaftaran dibuka hingga 27 April 2018, dilanjutkan dengan seleksi Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Terdapat tiga PTN di kota Malang yang digunakan sebagai tempat seleksi UTBK yakni UB, UM, dan UIN Maliki.
“Khusus untuk pendaftaran UTBK dimulai tanggal 18 April setelah pengumuman SNMPTN dilaksanakan, dan kuotanya terbatas,” ujar Wakil Rektor 1 UB, Prof Kusmartono pada pertemuan Panlok 55, kemarin.
Dia melanjutkan, tidak ada yang berbeda dengan tahun lalu. Akan tetapi, UTBK memang tidak disiapkan cadangan soal. Sehingga, jika listrik mati, peserta dipastikan tidak dapat mengerjakan soal. Ketua Panlok 55 dalam hal ini UB, bertanggung jawab dengan menyiapkan sejumlah genset untuk mengantisipasi pemadaman listrik yang mungkin terjadi. Tahun lalu, pendaftar SBMPTN di UB hampir 17 ribu.
“Kami siapkan genset yang berlokasi di beberapa titik, misalnya di fakultas Kedokteran, Ekonomi dan FIA,” tandasnya.
Dalam pelaksanaan SBMPTN tahun ini, baru UNPAD yang akan menggunakan ujian dengan sistem android. Dengan menyiapkan 10.000 unit sebagai uji coba dan dilihat keberhasilannya.
“Semoga tahun depan kita bisa menggunakan sistem itu. Tapi memang perlu dipertimbangkan dalam penerapannya,” bebernya.
Terkait dengan penyediaan komputer, UB menyiapkan 745 unit komputer, UM menyiapkan 825 unit komputer, dan UIN menyiapkan 120 unit komputer. Sementara itu, wacana pelaksanaan SBMPTN dengan meminjam komputer kepada sekolah yang melaksanakan UNBK masih belum diterapkan. Sebab, panitia SBMPTN harus menjamin securityserta kerepotan mereset komputernya.
Pengawas SBMPTN berasal dari dosen yang ada di masing-masing PTN. Namun tidak menutup kemungkinan dapat meminjam dosen dari di universitas lain. Sedangkan pelaksanaan UTBC di sekolah tentu melibatkan guru di lokasi test.
Terbaru dalam ketentuan SBMPTN tahun ini, bahwa FK menolak pendaftar lintas dari soshum. Hal ini bertujuan selain menjaga kualitas juga agar siswa mampu mendalami lebih jauh bidang yang dipelajari selama di jenjang menengah atas. “Ada satu pendaftar jurusan IPS yang lolos di FK UB, tapi tidak mampu menjalani perkuliahan hingga harus DO,” tegasnya.
Keterlambatan bagi pendaftar, kini juga menjadi modus baru untuk pelaksanaan joki SBMPTN. Sehingga panitia benar-benar mengawasi pelaksanaannya.
Sementara itu, Kabag Humas UM Dra. Aminarti Siti Wahyuni juga menjelaskan, bagi pendaftar yang mengikuti uji keterampilan harus mengikuti ujian di PTN yang menjadi pilihan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah akomodir data nilai serta menjadi bobot penilaian yang sama bagi PTN tujuan. Selain itu, pendaftar SBMPTN tahun ini, diperbolehkan bagi yang memiliki paket C, namun hanya diperbolehkan fresh graduate tiga tahun terakhir. “Penting kiranya pendaftar memperhatikan jadwal masing-masing PTN pilihan,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :