Hari Terakhir, UNBK Teori Kejujuran Rileks


 
MALANG – Melepas hari terakhir UNBK tingkat SMK dengan ujian teori kejuruan, tampak beberapa peserta ujian merasa lebih rileks. Meski begitu, masih saja ditemui beberapa kendala yang dihadapi sejumlah siswa. Salah satunya seperti pantauan Malang Post di SMK PGRI 2, beberapa siswa sempat mengalami trouble di komputernya. 
“Di ruang ujian saya tadi, ada dua anak yang komputernya trouble saat login. Biasanya faktor PC kalau tidak begitu ya servernya. Saya sendiri sempat merasakan diawal koneksi komputer agak lemot,” ujar M Maftukh Makhrusy. 
Siswa jurusan multimedia yang mengikuti UNBK sesi kedua ini mengaku soal UNBK dengan USBN hampir sama. Sehingga dia tidak tegang dan merasa lebih rileks dalam mengerjakan. “Iya mudah-mudahan nilainya bisa diatas KKM,” ungkapnya sambil tertawa.
Berbeda dengan Maftukh, Rosa Natalia Gustian merasa sedikit gugup saat mengerjakan soal. Dia menceritakan pula bahwa sebagian soal yang diberikan saat USBN sebagian besar sama bobotnya dengan UNBK.
“Soal banyak yang masuk jadi lancar sih,” singkatnya.
Selama pelaksanaan UNBK, Rosa merasa kesulitan pada teori kejuruan khususnya tahapan bahasa Inggris. Dia menceritakan bahwa 15 soal listening cukup membuatnya bingung, belum lagi audio listening ada yang tidak jelas.
“Ada beberapa soal diaudionya yang kemresek, itu sih yang sulit,” tandas siswa jurusan administrasi perkantoran (APK) ini.
Sementara itu, Malang Post juga berhasil menanyai salah satu peserta UNBK sesi pertama, Irvan Dwi Saputra. Siswa yang mengampu jurusan multimedia ini lebih terlihat sumringah dan mengaku merasa lega telah menuntaskan UNBK tahun ini.
“Saya tadi dapat 40 soal produktif. Kalau soal produktif kan lebih gampang sebab sehari-hari sudah dipraktekkan. Optimislah dapat nilai 80. Cuman soal bahasa Inggris ada kosa kata yang sulit tadi,” beber siswa yang sudah terekrut kerja di bagian administrasi di STT Malang ini.
Evaluasi UNBK mulai hari pertama hingga terakhir kemarin, Proktor SMK PGRI 2, Subekti menceritakan poin-poin penting permasalahan yang terjadi. Dia menceritakan hari pertama pelajaran bahasa Indonesia, ada beberapa siswa yang soalnya tidak muncul.
Hari kedua, untuk pelajaran matematika menurutnya berjalan lancar tanpa keluhan siswa. Hari ketiga bahasa Inggris, siswa memang mengaku terkendala pada audionya.
“Permasalahan yang sering ditemui siswa ada pada login peserta. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh aplikasi browsernya yang harus diupdate. Kalau soal tidak muncul saya tinggal tekan F5 di komputer, kalau tidak ada pengaruhnya baru direset ulang,” tuturnya.
Koneksi internet dengan kapasitas 4G sudah dinilai mumpuni untuk empat server. Kabel jaringan dipasang standart sesuai anjuran Dinas. Sinkron diawal perlu diperhatikan juga, sebab itu faktor utama kelancaran UNBK.
Sementara dalam menangani keteledoran siswa terkait tertukarnya kartu login ujian. Sekolah mengaku usai ujian siswa selalu mengumpulkan kembali kartunya. Terdata sebanyak 195 peserta UNBK di SMK PGRI 2 dengan pelaksanaan ujian sebanyak tiga sesi. Empat ruangan yang dilengkapi server utama telah disiapkan dengan dua server cadangan. (mg3/udi) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...