Unmer Evaluasi Prodi Destinasi Pariwisata


 
MALANG – Dalam satu tahun ini, Unmer mengevaluasi prodi baru Destinasi Pariwisata. Prodi baru dengan jenjang D4 ini mengikuti trend perkembangan prodi pariwisata, tapi memiliki peminat yang justru lebih banyak. Output lulusannya ditargetkan mampu bekerja diinstansi sebagai pengambil keputusan.
“Bedanya dengan prodi perjalanan wisata yang menghasilkan lulusan sebagai pelaksana seperti tour guide, prodi destinasi wisata menargetkan lulusannya sebagai pengambil keputusan di instansi pemerintahan seperti Dinas Pariwisata,” ujar Wakil Ketua Program Vokasi Unmer, Dra Estikowati SST Par MM kepada Malang Post.
Dia melanjutkan, tidak hanya jenjang, terkait kurikulum juga jelas berbeda. Destinasi wisata juga dilengkapi dengan pembelajaran sosiologi pemerintahan, bisnis industri, hukum pariwisata, dan beberapa mata kuliah penunjang lainnya.
“Mahasiswa prodi destinasi wisata dituntut berkompeten dalam menguasai dan mengembangkan potensi wisata daerah. Tidak hanya itu, kemampuan bahasa asing juga harus dimiliki setiap mahasiswa,” tuturnya.
Prodi Destinasi wisata ini dibuka sesuai dengan permintaan pasar. Selain itu, sebagian dosen pengajar juga merupakan praktisi. Tiga dari delapan dosen sudah bergelar doctor. Sedangkan untuk dosen praktisi juga ada dari Asosiasi Guide di kota Malang. Sehingga mahasiswa diharapkan mampu lebih berkompeten.  
Sebelumnya, Unmer memiliki prodi managemen pariwisata yang terbagi konsentrasi studinya antara lain usaha perjalanan wisata dan perhotelan. Melihat mahasiswa yang masuk prodi ini, kampus menilai mereka memang tertarik dengan destinasi wisata ini.
“Saya pikir mereka enjoy dan selama dua semester ini berprestasi,” ungkap dosen berjilbab ini.
Mahasiswa yang masuk prodi ini juga diseleksi sebelumnya dengan ketat. Hal ini dilihat dari siswa SMK yang diterima harus memiliki nilai rata-rata 8. Melalui jalur bidikmisi sukses vokasi hanya disiapkan 25 calon mahasiswa saja.
“Mereka jelas akan mendapat bebas biaya pendidikan full,” bebernya.
Ditengah gencarnya perguruan tinggi membuka jurusan vokasi, Unmer salah satunya tidak takut bersaing. Hal ini disebabkan, Unmer sudah memiliki nama sebagai perguruan tinggi pariwisata dan bercikal bakal sejak 1990. Bahkan, menurutnya kehadiran prodi vokasi baru di perguruan tinggi membawa pengaruh pada peningkatan grade Unmer kedepan.
“Negara Malaysia suka bekerjasama dengan kami, artinya kami siap bersaing dalam skill maupun bahasa. Tidak hanya itu, seminar internasional IOBT beberapa waktu lalu juga mengambil pembicara dari Unmer. Ini menjadi kepercayaan bahwa kami berkompeten,” tegasnya. (mg3/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :