SMK Mifda Raih Predikat The Best Permormance


MALANG – Kerja keras murid dan guru SMK Miftahul Huda (Mifda) Kepanjen dalam event Education Fair (EF) di Stadion Luar Kanjuruhan pekan lalu, berbuah prestasi. Sekolah ini berhasil menyabet juara satu untuk kategori the best performance 2018.
    Event tahunan yang digelar Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Cabang Malang ini, memang sudah berlangsung pekan lalu. Namun karena penilaiannya berdasarkan beberapa item sesuai ketentuan, sehingga membutuhkan waktu. Maka, piala dan sertifikat tersebut, baru diserahkan, kemarin. Piala diberikan perwakilan ABKIN cabang Malang Raya  Yudha S.Pd kepada jajaran guru, pengurus, dan kepala sekolah Mifda, kemarin.
‘’Hasil kerja keras murid-murid tidak sia-sia, membuahkan  hasil memuaskan,’’ jelas Imam Arifin, S.Pd.I,  Kepala Sekolah SMK Mifda, kemarin.
    Seperti diketahui, adu kreativitas antar SMK se-Malang raya dalam event EF 2018 tersebut diikuti puluhan SMK negeri dan swasta. Masing sekolah  menampilkan beragam keunggulan. Event tahunan yang digelar ABKIN Cabang Malang Raya  tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa SMP. Sebab, mereka bisa memilih sekolah mana yang menarik dan memiliki program bagus sesuai bakatnya.
    Dari enam kompetensi keahlian yang ada di Mifda, yakni Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Pemesinan (TPM), Teknik Alat Berat, Keperawatan (KPR), yang ditonjolkan adalah TPM dan TKR. Sebab, dua jurusan inilah yang memiliki inovasi terbaru.
    Khusus untuk event EF 2018 kemarin, SMK Mifda mempersiapkan diri dengan menciptakan alat berat Skid Steer Loader Mifda 018.    Desainnya compact, minimalis, dan simple. Bisa digunakan untuk sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, tekstil, dan bidang lainnya.
     Tampilnya alat berat ini, menjadi daya tarik para pengunjung. Ada yang heran dengan mengamati secara detail, tak sedikit pula yang menggunakan sebagai latar belakang selfi.
‘’Kata kuncinya, kami ingin calon siswa dan orang tua itu yakin bahwa SMK Mifda itu bisa melahirkan sebuah karya besar. Calon siswa tidak salah memilih sebagai sekolah jujugan untuk mencetak karakter dirinya menjadi siswa yang berinovasi,’’ tambah Imam  Arifin.
    Ditambahkan Imam Arifin, siswanya mempersiapkan diri selama tiga bulan untuk pameran ini. Untuk proses nya diakui membutuhkan biaya besar. Namun, karena pertimbangan untuk memancing inovasi siswa, berapapun akan dibiayai. Meskipun dalam proses ini beberapa kali mengalami kendala. Mesin jebol, bodi kalah lantaran las lepas, antar komponen patah dan berapa kendala  lain. Namun setelah mengalami perbaikan dan penelitian lebih dalam, akhirnya terciptalah alat berat yang sempurna.
    ‘’Jadi, setiap event kami ingin memberi sebuah kejutan kepada dengan menampilkan sebuah karya siswa yang terbaru.  Sehingga hasil karya siswa yang kami tampilkan tidak monoton. Dan ini akan terus kami kembangkan. Sesuai dengan kreativitas siswa,’’ tegas Imam. (fik/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...