Pengelola Jurnal Sukses Raih Cumlaude


MALANG – Aura bahagia terlihat dari 131 mahasiswa yang hari ini akan diwisuda dari Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) UB. Terdapat tiga jenjang yang diwisuda meliputi program sarjana (S1), program magister (S2), dan program doktor (S3). Dari keseluruhan mahasiswa yang diwisuda, terlihat satu wisudawan muda dan berprestasi satu-satunya di program pasca sarjana manajemen pendidikan tinggi peraih cumlaude, Muhammad Qomaruddin.
“Tidak ada tips untuk meraih ini, justru saya ikut pendidikan reguler dengan menyelesaikan studi dua tahun lima bulan,” ujar wisudawan yang memperoleh IPK 3.81 ini.
Dia melanjutkan, merasa beruntung karena mendapat beasiswa full dari rektorat untuk empat semester. Tidak hanya beasiswa dari rektorat, tapi pria kelahiran Mojokerto ini juga mendapat beasiswa dari program pascasarjana.
“Sebelumnya ikut proyek dosen di bidang data lapangan, kemudian ada lowongan pasca sarjana waktu itu. Magang dua bulan sampai sempurna dan ditugaskan di bagian jurnal. Setelah SK keluar, kemudian diarahkan beasiswa di manajemen pendidikan tinggi dengan empat semester full dan beasiswa pascasarjana juga,” bebernya.
Tak dapat dibayangkan, wisudawan yang lahir pada 1990 ini sebelumnya adalah lulusan biologi bidang ekologi atau lingkungan sistem informasi geografi. Dengan lintas pendidikan yang diambil, dia mengaku tidak merasa kesulitan dalam studi.
“Karena semua bisa dipelajari sih, pada waktu di MIPA belajar biologi bagian lingkungan, sementara itu juga aktif mengikuti proyek di analisa sosial. Sehingga punya pengalaman dalam wawancara dan kuisioner, sama saja sebenarnya,” ungkap pria berkulit sawo matang ini.
Sebelum diwisuda, ternyata Muhammad Qomaruddin juga telah bekerja di badan penerbitan jurnal dan defisit plagiasi di UB sejak 2014. Bersama dengan tiga staff lainnya, setidaknya telah berhasil mengelola tujuh jurnal, empat diantaranya telah terindeks internasional. Pengelola menjaga konsistensi terbitan sekaligus mengundang penulis untuk mengirimkan artikelnya.
“Tantangannya ya berlomba dengan pengelola jurnal yang lebih expert, sebab mereka lebih mudah mengelola artikel daripada perintis,” tuturnya.
Ia memiliki fokus penelitian akhir yang sama dengan yang digeluti selama ini, erat kaitannya dengan pengelolaan jurnal. Pembahasannya terkait strategi pengelolaan publikasi ilmiah. Menurutnya, untuk mempercepat publikasi, jika ada data penelitian mahasiswa tekun menulis sambil menunggu reviewer. Selama kuliah, ia juga telah berhasil menulis dua jurnal dengan penerbit dari India dan Eropa.
“Baru-baru ini ada satu jurnal yang mendapat hibah dikti sebesar Rp 40 juta. Saat ini, jurnal menjadi syarat kelulusan S2 dan S3, artinya kini semakin diperhatikan konsistensi penerbitan jurnal di universitas. Jurnal saat ini cukup dihargai, syarat pengangkatan kan juga memakai jurnal,” tandasnya.
Terdata total 131 orang wisudawan FIA UB periode X meliputi 60 orang program sarjana ilmu administrasi publik, 26 orang program sarjana ilmu administrasi bisnis, 19 orang program sarjana ilmu perpajakan, 8 orang program sarjana ilmu perpustakaan, 6 orang program sarjana ilmu pariwisata, 5 orang program magister ilmu administrasi publik, 3 orang program magister ilmu administrasi bisnis, 1 orang program magister manajemen pendidikan tinggi, dan 3 orang program doktor ilmu administrasi. (mg3/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :